Radar Bromo - Film animasi Indonesia berjudul Merah Putih: One for All mulai tayang di bioskop pada Kamis (14/8). Sayangnya, penayangan perdana tersebut mendapat banyak respons negatif dari warganet.
Dengan biaya produksi mencapai Rp6,7 miliar, film tersebut dinilai belum mampu menghadirkan kualitas animasi yang layak untuk layar lebar.
Tak hanya soal kualitas, film ini juga dituding mencomot karya orang lain tanpa izin. Salah satunya karya milik animator YouTube bernama Junaid Miran.
Melalui kanal YouTube-nya pada Selasa (19/8), Junaid mengekspresikan rasa kecewa, sedih, sekaligus terkejut karena karakter ciptaannya bernama Jayden dipakai dalam film tersebut tanpa imbalan apapun.
Ia menegaskan, seluruh karyanya bersifat komersial dan hanya bisa dipakai setelah dibeli di platform khusus. Namun, di film itu namanya bahkan tidak dicantumkan sebagai pencipta karakter.
Pada unggahan lain bertajuk YES, I’M SUING THEM — NEED YOUR HELP! pada Minggu (1/9), Junaid menyebut dukungan pegiat film Indonesia membuatnya memutuskan untuk menggugat pihak produksi.
Meski begitu, ia mengaku biaya menggugat pihak luar negeri sangat besar, sehingga meminta dukungan lewat donasi dengan membeli karya 3D yang ia buat.
“Kali ini, aku secara pribadi meminta setiap orang yang menonton video ini. Tolong sumbangkan 5 dollar dengan membeli paket karya seni ini,” ujar Junaid melalui karakter Jayden.
“Kalau kalian pernah meninggalkan komentar ‘tuntut mereka’ atau ‘kami mendukungmu’, sekaranglah saatnya membantu aku mewujudkannya,” lanjutnya.
Unggahan tersebut pun dibanjiri dukungan publik. Kolom komentarnya dipenuhi pesan semangat sekaligus donasi.
“Aku harap kamu bisa memperjuangkan karyamu. Aku akan mendukungmu,” tulis akun YouTube @bounce606 sambil memberikan donasi Rp500 ribu.
“Aku juga sudah membeli karyamu di Patreon. Good luck, Junaid! Perjuangkan keadilan!” komentar akun @andrehalim885 dengan donasi Rp50 ribu.
Editor : Moch Vikry Romadhoni