MADIUN– Universitas Airlangga (UNAIR) melalui kolaborasi lintas disiplin antara Program Studi Gizi dan Keperawatan serta Dementia and Aging Care Research Center menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Lansia Kota Madiun.
Kegiatan ini mengusung tema “Pendampingan Aplikasi Care Quality dan Food Service Terintegrasi pada Pondok Lansia di Madiun Menju Long-Term Care Facilites Unggulan”.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi dalam peningkatan mutu pengelolaan pondok lanisa, khususnya dalam aspek pelayanan gizi, keperawatan, serta pemanfaatan media untuk menilai dan memantau asuhan lanjut usia.
Kegiatan ini juga mewujudkan kolaborasi UNAIR dengan Perguruan Tinggi Lokal di Madiun yaitu STIKES Bhakti Husada Mulia (BHM) Kota Madiun.
Terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu dosen Gizi UNAIR, dosen keperawatan UNAIR, dosen Stikes BMH kota Madiun, Kegiatan ini juga mengikutsertakan mahasiswa dan alumni S1 Gizi UNAIR serta mahasiswa keperawatan Stikes BMH kota Madiun.
Peserta kegiatan ini yaitu pelaksana pondok lansia Madiun dan pegawai Dinas Sosial sejumlah 10 orang dan sasaran langsung sebanyak 50 lansia.
Menghadapi Tantangan Sasaran Usia Rentan
Lansia (lanjut usia) adalah fase kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan fisiologis yang berdampak pada permasalahan kesehatan, kognitif, mental, dan psikososial.
Berdasarkan proyeksi, pada tahun 2045 diperkirakan mencapai sekitar 20% dari total penduduk Indonesia (Indonesia.go.id).
Penyandang masalah kesejahteraan sosial pada Kota Madiun, khusunya lansia terlantar terus mengalami peningkatan dan mencapai 30% pada tahun 2020.
Kondisi frailty dan disabilitas menjadi indikator ketidakmampuan lansia dalam merawat diri sendiri sehingga memerlukan bantuan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Kebutuhan pendampingan dan hunian untuk lanjut usia menjadi pendorong Dinas Sosial Kota Madiun untuk menyediakan hunian nyaman dan aman, serta adanya caregiver yang siap sedia membantu lansia.
Kondisi tersebut merupakan alasan bahwa kegiatan ini hadir dengan fokus peningkatan standar operasional prosedur sistem asuhan yang terstandar. Meskipun baru diresmikan September 2024 dan belum setahun genap beroperasi, Pondok lansia kota Madiun sudah menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan yang terstruktur.
Pendekatan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan akademisi, pihak pengelola, dan petugas pondok lansia untuk merancang sistem layanan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Hari Pertama: Edukasi dan Observasi Lapangan
Ketua Tim Pelaksana, Dr. Farapti, dr., M.Gizi mengungkapkan bahwa pengabdian masyarakat yang bertujuan menciptakan care quality dan food service terintegrasi pada menuju long-term care facilities unggulan ini baru pertama kali dilaksanakan pada Pondok Lansia Kota Madiun.
Agenda pada hari pertama adalah tercapainya pemahaman dan diskusi dari empat pokok bahasan utama, yaitu (1) Sejarah pendirian Pondok Lansia Madiun, proses perizinan, dan manajemen penyelenggaraan kegiatan pondok lansia secara umum oleh Dinas Sosial, (2) Manajemen kepegawaian dan tugas pokok fungsi pengelola dan petugas pelaksana Pondok Lansia Madiun, (3) Permasalahan dan praktik keperawatan lansia dan SOP Care Quality, serta (4) Permasalahan gizi lansia dan SOP Food Service.
Sasaran kegiatan ini adalah petugas pelaksana pondok lansia Madiun dan pegawai DInas Sosial kota Madiun bidang terkait berjumlah sekitar 15 orang.
Pemaparan materi dan forum diskusi berjalan cukup aktif informatif, dan responsif. Selain pendalaman materi, kegiatan observasi lapangan juga dilakukan tim pengabdian masyarakat untuk melihat secara langsung kondisi riil di lapangan dan melakukan need assessment awal.
Hal ini dilakukan melalui pertukaran pikiran akademisi dengan stakeholder dan petugas pengelola untuk memberikan saran dan masukkan untuk meningkatkan pelayanan pondok lansia
“Pondok lansia ini sudah sangat baik dari pelayanan dan sarana prasaran yang diberikan, hanya saja perlu diperbaiki pada aspek tertentu seperti pemberian tiang pegangan pada setiap jalanan menurun untuk memberikan keamanan bagi lansia” ungkap Neisya, dosen Fakultas Keperawatan UNAIR.
Hari Kedua: Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi interaktif
Tim pengmas melaksanakan kegiatan dengan pendekatan holistik, mencakup pemeriksaan kesehatan, edukasi gizi, dan aktivitas fisik.
Pemeriksaan kesehatan dasar yang dilakukan tidak hanya cek kadar gula darah dan tekanan darah saja, analisis komposisi tubuh pun dilakukan untuk memberikan gambaran nyata tentang kondisi kesehatan lansia yang dapat menjadi dasar pemantauan pengelola pondok.
Edukasi gizi dilakukan dengan menggunakan media yang diciptakan oleh Dr. Farapti berupa Lintasan Jalan Edukatif untuk lansia.
Media ini digunakan untuk melatih kemampuan otot lansia karena lintasan memiliki pola-pola gerakan yang dapat meningkatkan kelincahan, kecepatan, dan keseimbangan tubuh lansia dengan pesan-pesan kesehatan disepanjang lintasan untuk meningkatkan daya ingat lansia.
Melengkapi kegiatan edukasi, evaluasi menu makanan dan sisa makanan lansia menjadi pelengkap manajemen gizi di pondok lansia.
Tak hanya itu, senam otak lansia sebagai hasil HKI mahasiswa dan dosen gizi juga dipraktekkan langsunguntuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus merangsang fungsi kognitif, mengingat tingginya resiko penyakit seperti demensia pada usia lanjut.
Harapan dan Keberlanjutan Program
Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya menjadi bentuk kontribusi UNAIR dalam mendukung program pemerintahan terkait kesejahteraan lansia, melainkan juga dapat menjadi wadah kolaborasi lintas sektor.
Tentu saja untuk mewujudkan pondok lanisa di Madiun ini agar dapat menjadi model fasilitas long term care yang unggul dan dapat menjadi contoh dengan sistem asuhan holistik, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan lansia perlu dilakukan kegiatan yang berkesinambungan dan konsisten.
Kegiatan pendampingan tahun ini menjadi inisiasi awal untuk mempersiapkan Aplikasi Care Quality dan Food Service Terintegrasi pada Pondok Lansia di Madiun dan masih perlu kegiatan yang continue improvement untuk mewujudkan Pondok Lansia di Madiun Menju Long-Term Care Facilites Unggulan. (Ratu Fermeza dan Farapti)
Editor : Muhammad Fahmi