BELAKANGAN, viral di media sosial sejumlah pemuda salah dalam menjalani salat Idul Fitri. Nampak sejumlah pemuda sudah rukuk, sujud hingga duduk, saat imam masih takbir.
Duh… Gak kebayang malunya tuh. Agar tak salah, yuk simak ketentuan salat Idul Fitri yang digelar di pagi hari saat Idul Fitri.
Sunnah Muakkad
Salat Idul Fitri merupakan sunnah muakkad yang dilaksanakan pada hari 1 Syawal. Salat tersebut terdiri dari dua rakaat yang dilaksanakan secara berjamaah, diikuti dengan khutbah.
Jika ada umat Muslim yang tidak bisa hadir, mereka bisa melaksanakan shalat Idul Fitri secara mandiri di rumah (munfarid), daripada tidak melakukannya sama sekali.
Menurut laman NU Online, salat Idul Fitri sudah menjadi tradisi yang terus diwariskan secara mutawatir oleh umat Islam dari masa ke masa. Artinya,
"Sholat Id terdiri atas dua rakaat berdasarkan perkataan Sayyidina Umar RA, 'Shalat Idul Adha dua rakaat. Sholat Idul Fitri dua rakaat. Sholat safar dua rakaat. Shalat Jumat dua rakaat, sempurna tanpa qashar (yang disampaikan) melalui lisan Nabimu SAW. Sungguh, sia-sialah orang yang mengada-ada,'" (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab, [Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah: 2010 M], juz V, halaman 18)
Tata Cara Salat Idul Fitri
- Diawali dengan Niat
Salat Id didahului niat yang jika dilafalkan akan berbunyi "ushallî sunnatan li 'îdil fithri rak'ataini". Ditambah "imâman" kalau menjadi imam, dan "ma'mûman" kalau menjadi makmum.
Artinya: Aku berniat Shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala.
Hukum pelafalan niat ini sunah. Yang wajib adalah ada maksud secara sadar dan sengaja dalam batin bahwa seseorang akan menunaikan Salat sunah Idul Fitri.
Sebelumnya, Salat dimulai tanpa azan dan iqamah (karena tidak disunahkan), melainkan cukup dengan menyeru "ash-shalâtu jâmi'ah".
- Takbiratul Ihram
Hal ini sebagaimana salat biasa. Setelah membaca doa iftitah, disunnahkan takbir lagi hingga 7 kali untuk rakaat pertama. Di sela-sela tiap takbir itu dianjurkan membaca:
Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil azhîm.
Artinya: Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.
Atau boleh juga membaca:
Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar.
- Membaca Surat Al-Fatihah dan Al-A'la
Setelah melaksanakan rukun ini, dianjurkan membaca surat al-A'lâ. Berlanjut ke ruku', sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.
- Takbir 5 Kali
Dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak 5 kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan "allâhu akbar'' seperti sebelumnya.
Di antara takbir-takbir itu, lafalkan kembali bacaan sebagaimana dijelaskan pada poin kedua.
Kemudian baca surat Al-Fatihah, lalu surat Al-Ghâsyiyah. Berlanjut ke ruku', sujud, dan seterusnya hingga salam. Sekali lagi, hukum takbir tambahan (5 kali pada pada rakaat kedua atau 7 kali pada rakaat pertama) ini sunnah sehingga apabila terjadi kelupaan mengerjakannya, tidak sampai menggugurkan keabsahan shalat Id.
- Mendengarkan Khutbah
Setelah salam, jemaah tak disarankan buru-buru pulang, melainkan mendengarkan khutbah Idul Fitri terlebih dahulu hingga rampung. Kecuali bila shalat Id ditunaikan tidak secara berjamaah.
Niat Salat Idul Fitri
Berikut lafal niat yang dibaca makmum ketika hendak Salat Idul Fitri:
Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an ma'mūman lillāhi ta'ālā.
Artinya, "Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT."
Niat Salat Idul Fitri Sendiri
Berikut lafal niat yang dibaca ketika ingin melakukan shalat Idul Fitri sendiri:
Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an lillāhi ta'ālā.
Artinya, "Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah SWT."
Editor : Muhammad Fahmi