NGABUBURIT menjadi kegiatan yang banyak dilakukan warga ketika berpuasa. Di Probolinggo-Pasuruan, ada sejumlah tempat yang banyak dikunjugi warga ketika mejelang waktu berbuka. Mereka ngabuburit.
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di berbagai sudut Kota Probolinggo semakin ramai. Warga berbondong-bondong mencari tempat terbaik untuk ngabuburit. Menghabiskan waktu sore sembari menunggu azan Magrib.
Ada sejumlah lokasi favorit di kota ini yang banyak dikunjungi warga. Di antaranya, Bundaran Gladak Serang, Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, dan Alun-Alun Kota Probolinggo.
Bundaran Gladak Serang atau Glaser, kini menjadi salah satu destinasi ngabuburit paling populer. Sejak direnovasi dan dipercantik dengan air mancur serta lampu berwarna-warni, kawasan ini semakin menarik perhatian warga.
“Kalau ada waktu luang, terutama pada akhir pekan, saya pasti ke sini. Anak saya senang melihat air mancur,” ujar warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Maulana Zainal Akbar, 28.
Pada sore hari selama Ramadan, trotoar yang lebar di sekitar bundaran dipenuhi masyarakat yang duduk santai menikmati suasana. Kehadiran pedagang kaki lima yang menjajakan aneka takjil semakin menambah semarak.
“Bila tidak membeli di lokasi, kami biasanya berburu takjil di pusat penjualan di Jalan Cokroaminoto. Biasanya hanya membeli kue dan es, bukan makanan berat. Setelah itu, kami kembali ke Glaser untuk bersantai sekitar satu jam sebelum pulang menjelang waktu berbuka," ujar Maulana.
Selain Glaser, Alun-Alun Kota Probolinggo juga menjadi pilihan favorit ngabuburit. Kawasan ini menawarkan berbagai permainan anak, sehingga banyak keluarga memilih tempat ini untuk menghabiskan waktu sore.
“Kadang kami ke alun-alun karena anak saya suka bermain di sana. Tempatnya luas dan banyak hiburan untuk anak-anak," kata Maulana.
Selain fasilitas bermain, alun-alun juga dihuni banyak pedagang yang menjual aneka makanan khas Ramadan. Suasana yang ramai, namun tetap nyaman, menjadikan tempat ini destinasi ngabuburit yang menarik.
Bagi yang mencari suasana berbeda, Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan menjadi pilihan tepat. Di sini, pengunjung bisa menikmati pemandangan matahari terbenam yang indah serta angin sepoi-sepoi yang menyejukkan.
Warga Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Alfan Budi Kurniawan, 28, kerap ngabuburit di PPP Mayangan bersama teman dan keluarganya. “Kami duduk di antara susunan bebatuan. Menikmati senja sambil berbincang tentang aktivitas sehari-hari. Termasuk pekerjaan. Sekadar killing time sebelum berbuka," katanya.
Di Kabupaten Probolinggo, juga terdapat sejumlah tempat asyik ngabuburit. Salah satunya yang banyak dikunjungi warga adalah Stadion Gelora Merdeka Kraksaan.
Kini, stadion tampil lebih modern dengan wajah barunya. Miniatur Candi Jabung yang ikonik dan area pedestrian yang luas membuat tempat ini semakin nyaman untuk dikunjungi.
Tak hanya itu, bazar takjil yang digelar di sekitar stadion menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang ingin berburu hidangan berbuka. “Sekarang stadion lebih nyaman buat jalan-jalan sore. Ditambah bazar takjil yang banyak pilihannya, jadi ngabuburit di sini makin seru,” ujar salah satu pengunjung, Ahmad Rofiq.
Bagi yang ingin menikmati suasana lebih tenang, Alun-Alun Kraksaan menjadi pilihan terbaik. Area depan dan dalam alun-alun kini telah steril dari pedagang, sehingga pengunjung bisa duduk santai tanpa gangguan.
“Saya lebih suka ngabuburit di alun-alun karena suasananya lebih tenang dan nyaman. Bisa duduk santai sambil menunggu azan Magrib,” ujar Siti Aisyah.
Di Kecamatan Pakuniran, Jembatan Pakuniran menjadi tempat favorit masyarakat. Sebagai salah satu jembatan terpanjang di Kabupaten Probolinggo, pengunjung dapat menikmati pemandangan Gunung Argopuro yang megah sambil menunggu waktu berbuka.
Selain tempat-tempat di atas, kawasan tepi pantai seperti Tambaksari Pajarakan dan pantai lainnya juga menjadi favorit warga. Embusan angin laut dan deburan ombak menambah kesan santai saat menunggu waktu berbuka. “Kalau ngabuburit di pantai rasanya beda, lebih rileks,” kata Lina.
Di wilayah Kabupaten Pasuruan, tak kalah menarik. Banyak tempat yang sering dikunjungi warga untuk ngabuburit.
Di antaranya, sepanjang jalan Taman Dayu dari Kecamatan Pandaan hingga Prigen. Sepanjang jalan ini banyak pepohonan dan rimbun sekaligus udaranya sejuk. “Saat Ramadan saya pilih jalan-jalan sore di Taman Dayu. Sekaligus olahraga dan ngabuburit. Tempatnya asyik dan rindang,” ujar salah seorang warga Pandaan, Dina.
Tempat lainnya, ada jalan tembusan akses menuju TSI II Prigen di Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo. Lalu, di Patung Kuda, Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, serta Alun-Alun Bangil.
Di Kota Pasuruan, taman dan pelabuhan menjadi lokasi favorit ngabuburit. Taman yang dijadikan lokasi ngabuburit adalah alun-alun kota hingga taman kota. Kebetulan kedua ruang terbuka hijau ini memang dibuka hingga malam. Sementara, taman lainnya dibuka terbatas.
Adelia Zizi, 20, warga kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, mengaku suka menunggu magrib dengan keluarga di alun-alun. Mereka biasanya menghabiskan waktu dengan berkeliling alun-alun seraya mengambil foto di spot yang menarik. “Begitu azan ya langsung beli takjil di sekitar alun-alun. Baru cari makan di lokasi yang diinginkan," katanya.
Hal berbeda dilakukan oleh Yulia, warga Bugul Kidul. Ia suka mendatangi taman kota bersama keluarganya. Biasanya duduk sembari foto di lokasi. Alasannya, tempatnya ramai pengunjung.
“Dari pada nunggu magrib di rumah. Lebih baik di taman kota. Banyak orang dan anak kecil bermain nunggu berbuka," katanya. (gus/mu/zal/riz/rud)
Nongkrong hingga Bahas Pekerjaan
NGABUBURIT menjadi waktu yang asyik berkumpul dengan keluarga atau sahabat. Isinya tak sekadar nongkrong menunggu waktu berbuka. Ada juga yang berdiskusi, berolahraga, dan jalan-jalan.
Seperti dilakukan sejumlah warga di sepanjang jalan Taman Dayu Kecamatan Pandaan-Prigen. Di jalan yang penuh dengan pohon perindangan ini, banyak warga yang ngabuburit.
“Saat Ramadan seperti sekarang, saya pilih jalan-jalan sore di Taman Dayu. Sekaligus olahraga dan ngabuburit. Tempatnya asyik dan rindang. Kalau di luar Ramadan, olahraganya pagi,” ujar salah seorang warga Pandaan, Dina.
Di Kota Probolinggo, ada Alfan Budi Kurniawan, 28, warga Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran. Ia kerap ngabuburit di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan bersama teman dan keluarganya. “Kami duduk di antara susunan bebatuan. Menikmati senja sambil berbincang tentang aktivitas sehari-hari. Termasuk pekerjaan. Sekadar killing time sebelum berbuka," katanya.
Alun-alun Kota Pasuruan tak kalah ramai. Baik warga yang sekadar nongkrong maupun mereka menjaga fisik dengan memutari alun-alun sambil mencari spot-spot cantik untuk berfoto.
“Begitu azan, ya langsung beli takjil di sekitar alun-alun. Baru cari makan di lokasi yang diinginkan," ujar warga Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Adelia Zizi, 20. Ia mengaku suka menunggu magrib dengan keluarga di alun-alun kota. Biasanya menghabiskan waktu dengan berkeliling alun-alun menjadi spot yang menarik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Petamanan (DLHKP) Kota Pasuruan Samsul Rizal menyebutkan, dua RTH -Alun-alun Pasuruan dan Taman Kota memang dibuka hingga malam. Sementara, taman lainnya dibuka terbatas karena tidak berada di jalan utama. “Kalau alun-alun dan Taman Kota memang lokasinya di pusat keramaian. Memang digunakan untuk ngabuburit," ujarnya. (zal/gus/riz/rud)
Editor : Ronald Fernando