Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Atasi Masalah Sampah Desa, Tim KKN Abmas ITS Kembangkan Rumah Industri Pengelolaan Sampah di Desa Buncitan

Erri Kartika • Senin, 30 Desember 2024 | 20:35 WIB

 

 

Tim Pelaksana dan Warga Setempat
Tim Pelaksana dan Warga Setempat

SIDOARJO, Radar Bromo-Kurang optimalnya pengelolaan sampah di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, mendorong Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) skema pengabdian masyarakat (Abmas) untuk beraksi.

Dengan kembangkan program yang terpadu, Tim KKN ITS yang terdiri dari kolaborasi Tim Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika dan Matematika di bawah bimbingan dari Pak Suyanto, S.T.,M.T. selaku ketua tim KKN dan Dr. rer. nat. Ruri Agung Wahyuono, S.T., M.T. sebagai pembimbing lapangan bantu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, ramah lingkungan,dan berkelanjutan.

Dengan luasnya Desa Buncitan yang mencapai 182,77 hektare, produksi sampah rumah tangga dalam jumlah besar termasuk sampah organik dan anorganik menjadi sangat besar.

Sampah yang dibiarkan menimbun ataupun dikelola dengan metode pembakaran akan menyebabkan permasalahan lingkungan dan berpotensi menyebabkan permasalahan kesehatan.

Dengan demikian, tim KKN Abmas ITS hadir untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan mengoptimalkan kerja TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) milik desa.

Kegiatan Penyuluhan Warga Buncitan
Kegiatan Penyuluhan Warga Buncitan

Berdasarkan survei langsung ke lapangan, Tim KKN ITS mempelajari pola pengelolaan sampah dan kondisi sosial masyarakat untuk mengetahui permasalahan dan kebutuhan program.

Tim KKN ITS menggagas solusi berbasis teknologi dan edukasi untuk menjadi landasan dalam pemberdayaan masyarakat.

Penyuluhan kepada warga dilakukan di Balai Desa Buncitan yang memberikan edukasi terkait pentingnya melakukan pemilahan sampah organik dan non-organik.

Kolam Bak Air TPST Desa Buncitan
Kolam Bak Air TPST Desa Buncitan

Dalam penyuluhan tersebut, dipaparkan bahwa sampah organik dapat diolah menjadi kompos ataupun briket sedangkan sampah plastik didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomis seperti biji plastik atau kerajinan tangan.

“Pada awalnya, warga masih belum memahami konsep ini dengan baik, setelah dilakukan edukasi, terbukti terdapat peningkatan pemahaman dari warga setempat terkait pengolahan sampah dari adanya peningkatan nilai dari pre-test dan post-test” ucap Riva Rizkiana Ramadhani selaku salah satu perwakilan tim pelaksana KKN ITS dari Departemen Teknik Fisika.

Selain mengedukasi warga setempat, tim KKN ITS juga membangun fasilitas seperti kolam bak air sebagai bagian dari rumah industri pengelolaan sampah.

Dengan teknologi tepat guna, pihak desa dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien.

“Dengan diadakannya program KKN Abdi Masyarakat antara mahasiswa ITS, masyarakat Desa Buncitan, dan dengan Teknologi yang dibuat, Desa Buncitan mempunyai peluang yang lebih besar untuk bisa selangkah lebih lanjut menjadi desa yang lebih bersih, hijau, dan lebih nyaman untuk masyarakat dan lingkungannya,” ucap Yesaya Ananda Djaya selaku perwakilan Tim KKN ITS dari Departemen Matematika.

Kondisi TPS Buncitan
Kondisi TPS Buncitan

Pada akhirnya, Kepala Desa Buncitan, Pak Mujiyono juga menyambut baik keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat desa lainnya di Desa Buncitan.

Kegiatan ini diharapkan bisa menginspirasi dan mendorong sistem untuk pengelolaan sampah yang lebih maju kedepannya untuk mempercepat penganggulangan permasalahan sampah yang ada di Desa Buncitan kedepannya. (*)

Editor : Muhammad Fahmi
#kkn #sidoarjo #Buncitan #tpa #its