Radar Bromo-Dalam dunia olahraga, performa terbaik seorang atlet tidak hanya bergantung pada bakat alami. Tetapi juga pada kesiapan fisik, mental, dan strategi yang matang.
Atlet remaja berada di fase penting dalam kehidupan mereka. Di mana pertumbuhan fisik dan perkembangan keterampilan olahraga berlangsung.
Nutrisi yang tepat menjadi salah satu faktor kunci untuk mendukung performa terbaik mereka.
Edukasi tentang nutrisi juga sangat penting untuk membentuk kebiasaan sehat yang akan menguntungkan mereka dalam jangka panjang. Terutama dalam persiapan menjadi atlet sepak bola profesional.
Sebagai upaya mempersiapkan performa atlet muda sepak bola, dosen, mahasiswa dan alumni Universitas Airlangga bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran serta Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan pengabdian masyarakat pada Akademi Sepak Bola AREMA FC di Kota Malang.
Kegiatan ini melibatkan pelatih dan atlet akademi sepak bola U-19. Hal ini dikarenakan Akademi AREMA FC memiliki banyak atlet muda yang potensial untuk menjadi atlet profesional dimasa depan.
Kegiatan ini dilakukan pada Sabtu (14/09/2024) di Ruang Perpustakaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Malang
Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi gizi sebagai bentuk dukungan dalam mempersiapkan performa untuk membentuk kebiasaan sehat melalui asupan harian dan jenis latihan yang sesuai fisiologis tubuh atlet.
Dr. dr. Moch. Yunus, M.Kes, Dekan Fakultas Kedokteran UM sebagai narasumber pertama pada kegiatan ini memulai dengan topik terkait gizi seimbang pada atlet.
Kecukupan asupan harian pada atlet remaja memegang peranan penting dalam proses pertumbuhan fisik dan kemampuan sepak bola.
Menurut Dr. Moch. Yunus, banyak studi yang menunjukkan bahwa atlet di Indonesia masih memiliki tingkat asupan zat gizi tidak adekuat.
Asupan energi dan protein harian para atlet ditengarai masih menjadi zat gizi yang pemenuhannya masih kurang.
Tentu saja hal ini akan sangat berdampak pada performa atlet ketika berlaga di lapangan, karena setiap zat gizi memiliki peranan penting bagi tubuh.
Jenis zat gizi yang dibutuhkan oleh seorang atlet adalah karbohidrat dan lemak yang menjadi sumber energi, protein bergunga dalam pembentukan jaringan otot, sedangkan vitamin, mineral dan air berfungsi untuk mempertahankan kesehatan serta mengatur proses metabolisme dalam tubuh.
Menyambung materi yang telah disampaikan terkait gizi seimbang pada atlet, Heri Purnama Pribadi, S.Or., M.Kes seorang Dosen Jurusan Ilmu Keolahragaan UM menyampaikan bahwa selain asupan yang cukup, jenis latihan fisik yang tepat sangat berpengaruh pada kondisi fisiologis atlet.
Secara umum, atlet dengan intensitas latihan yang terjadwal akan mengalami peningkatan kapasitas kardiovaskular, peningkatan densitas mitokondria, dan optimalisasi metabolisme energi yang berdampak pada penurunan lemak tubuh serta peningkatan massa otot.
Namun kondisi ini dapat mengalami penurunan ketika atlet sudah mulai mengurangi intensitas latihan.
Sehingga agar dapat mempertahankan kondisi fisiologis maka para atlet dapat melakukan jenis latihan resistensi yang berguna untuk mencegah atrofi otot, latihan aerobik untuk menjaga kapasitas kardiovaskular dan latihan fleksibilitas keseimbangan untuk mencegah cedera.
Materi terakhir disampaikan oleh Mahmud Aditya Rifki, S.Gz., M.Si., Ph.D, dosen Departemen Gizi Universitas Airlangga terkait penggunaan suplemen untuk meningkatkan performa atlet.
Terdapat tiga jenis suplemen, yaitu suplemen yang berfungsi untuk menjaga kesehatan, meningkatkan performa dan penurunan berat badan.
Edukasi terkait penggunaan suplemen sangat penting disampaikan pada kalangan atlet untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan yang dapat dianggap sebagai doping.
Konsumsi suplemen perlu memperhatikan kondisi setiap individu, karena pada dasarnya konsumsi suplemen jika tidak diimbangi dengan asupan zat gizi yang cukup dan intensitas latihan akan mimiliki dampak yang kurang signifikan pada performa atlet.
Oleh karen itu konsumsi suplemen harus berdasarkan saran dari dokter atau nutrisionis untuk menghindari adanya interaksi yang tidak diinginkan dari bahan yang terkandung dalam suplemen.
Suplemen yang dikonsumsi juga harus sudah mendapatkan izin edar dari BPOM sehingga dapat terjamin keamanan dan dampaknya pada atlet.
Edukasi gizi yang dilakukan oleh dosen, mahasiswa dan alumni tersebut diikuti oleh sebanyak 4 orang pelatih dan 62 atlet Akademi Sepak Bola AREMA FC.
Peserta kegiatan nampak antusias dengan adanya edukasi gizi yang ditandai dengan berbagai pertanyaan terkait topik yang disampaikan oleh narasumber.
Diharapkan dengan adannya kegiatan ini atlet maupun pelatih semakin paham akan pentingnya kecukupan asupan zat gizi, penggunaan suplemen, dan jenis latihan yang tepat untuk membantu mempersiapkan maupun meningkatkan performa atlet dalam menghadapi berbagai turnamen kejuaraan serta mempersiapkan masa pensiun.
Kegiatan ini sejalan dengan tujuan dalam SDGs 3, yaitu Good health and well beings, dengan mengacu pada prinsip SDGs 17, yaitu partnership for the goals.
Editor : Muhammad Fahmi