KEDIRI- Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Wilayah Jawa Timur akan dilaksanakan pada Sabtu mendatang (5/10) di Ruang Pertemuan Balai Kota Kediri, diwarnai dengan pelaksanaan seminar nasional.
Temanya sangat relevan dan aktual dengan momentum yang saat ini berlangsung, yakni pilkada serentak.
Lebih lengkap, tema pada seminar nasional itu adalah: Peran Media Massa Dalam Mengawal Pembangunan Daerah Pasca Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024.
Para pembicara dalam seminar tersebut adalah: Ketua KASN dan DPP IAPA, Prof Dr Agus Pramusinto, MDA yang akan tampil sebagai Keynote Speaker.
Empat pembicara lainnya: Pj Walikota Kediri, Dr Ir Zanariah M.Si; Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI, Dr Agus Sudibyo M.Hum.
Selanjutnya, Fadillah Putra Ph.D, dosen Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya; dan Direktur Jawa Pos Radar Kediri, Kurniawan Muhammad.
“Pilkada serentak adalah momentum penting untuk menselaraskan antara kebijakan pembangunan nasional dengan program pembangunan di daerah, karena pemerintahan nasional baru terbentuk,” kata Dr Mohammad Nuh. M.Si, Ketua DPD IAPA Wilayah Jawa Timur yang nanti akan dilantik dan dikukuhkan kepengurusannya pada acara tersebut.
Lebih lanjut Nuh menjelaskan, tema seminar nasional tersebut merupakan bagian dari kajian keilmuan yang penting untuk didiskusikan dalam multiperspektif.
Kolaborasi antar stakeholders yang disebut helix, yang terlibat dalam seminar ini, khususnya akademisi dan media massa yang menjadi narasumber, diharapkan menyampaikan pandangannya dari perspektif yang berbeda sehingga memberikan kontribusi pemikiran untuk proses pembangunan di daerah.
“Tantangan pembangunan di daerah pada masa mendatang tidak sederhana. Pemerintah daerah tidak bisa sendirian dalam rangka mewujudkan cita-cita dan program kerja yang dirumuskan dan dijanjikan pada masa kampanye oleh kepala daerah” ujarnya.
Dia melanjutkan, dibutuhkan komitmen bersama antar stakeholders dalam proses pembangunan di daerah.
Peran media massa salah satunya, adalah menjadi pengawas dan pengawal bagi kesesuaian janji-janji politik kepala daerah terpilih dengan implementasi programnya.
Sementara itu, perguruan tinggi dengan para akademisinya bisa menjadi aktor penting untuk mengadvokasi proses pembangunan daerah sesuai dengan keahlian yang dimilikinya.
Selain seminar nasional, dalam acara pelantikan tersebut juga diselingi dengan penandatangan kerjasama (MoU) antara pihak IAPA dengan tiga media massa lokal milik Grup Jawa Pos.
Pertama, Jawa Pos Radar Kediri yang wilayahnya meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk.
Kedua, Jawa Pos Radar Madiun, yang wilayahnya meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madin, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Magetan.
Ketiga, Jawa Pos Radar Bromo, yang wilayahnya meliputi Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan.
Melalui kerjasama ini, kata Nuh, diharapkan ada kegiatan dalam bentuk “Klinik Kebijakan” yang menganalisis persoalan-persoalan di daerah berdasarkan data (evidence based) yang dimiliki masing-masing daerah.
Berdasarkan analisis persoalan tersebut, kemudian dirumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat dijadikan landasan bagi pemerintah daerah untuk membuat strategi dan program pembangunan yang sesuai dan tepat bagi kepentingan masyarakat.
“Ini adalah bagian dari komitmen bersama mengawal pembangunan daerah pasca Pilkada agar proses pembangunan daerah lebih transparan dan akuntabel,” kata Nuh. (*)
Editor : Muhammad Fahmi