Oleh: H. Ismail Marzuki Hasan, S.E.
Ketua DPRD Kota Pasuruan
LAILATUL QADAR merupakan malam yang begitu mulia. Disebut malam Lailatul Qadar karena pada malam itu ditetapkan qadar atau takdir. Ada juga yang mengatakan al qadr (kemuliaan), karena pada malam tersebut amalan dikadarkan atau dilipatgandakan pahalanya.
Lailatul Qadar adalah malam yang dijanjikan oleh Allah SWT sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Keistimewaan malam ini sangatlah besar, namun seringkali kita lalai dalam memahaminya. Malam ini merupakan momen di mana Alquran kali pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia.
Dalam Surat Al Qadr dituliskan; "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."
Dari ayat ini, kita dapat memahami bahwa Lailatul Qadar adalah malam di mana Allah SWT menurunkan ketetapan-Nya kepada dunia ini. Ini adalah malam di mana doa-doa kita dikabulkan, dosa-dosa kita diampuni, dan takdir kita ditetapkan.
Hendaknya bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar, terutama di sepuluh terakhir Ramadan. Terkhusus lagi di malam-malam ganjil seperti malam 21, 23, 25, dan seterusnya. Sebagaimana dalam hadis yang lainnya; “Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadan.” (H.R Bukhari).
Tetapi, jangan hanya mencukupkan ibadah pada waktu-waktu itu saja. Hendaknya istiqamah beribadah pada waktu-waktu yang lainnya juga.
Lailatul Qadar adalah momentum untuk merenung dan memperbaiki diri. Ini adalah waktu yang tepat untuk introspeksi, melihat kembali apa yang telah dicapai dalam ibadah sepanjang Ramadan. Serta, untuk bertekad meningkatkan kualitas ibadah pada hari-hari yang tersisa.
Keistimewaan malam Lailatul Qadar bukan hanya tentang mencari Lailatul Qodar ini dalam Ramadan. Tetapi, juga tentang bagaimana menggunakan malam tersebut untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT dengan sesama dan dengan diri sendiri.
Mari renungkan, apa yang bisa dilakukan pada malam ini? Pertama, adalah dengan memperbanyak ibadah. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh berkah untuk melakukan ibadah, seperti salat, zikir, membaca Alquran, berdoa, dan beristighfar. Memperbanyak amalan kebaikan di malam ini merupakan salah satu cara untuk mendapatkan ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT.
Kedua, adalah dengan merenungkan makna dan pesan yang terkandung dalam Alquran. Ketiga, dengan memperbanyak doa, memohon ampunan dan perlindungan kepada Allah SWT. Terakhir, dengan melakukan amal kebaikan kepada sesama.
Sebagai penutup, mari manfaatkan setiap momen dalam malam Lailatul Qadar dengan sebaik-baiknya. Jadikan malam ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih keberkahan serta ampunan-Nya. Semoga Allah SWT memberkahi kita semua dalam menjalani ibadah pada malam yang mulia ini. Amin. (*)
Editor : Ronald Fernando