Bulan Rajab termasuk salah satu bulan yang paling dimuliakan oleh Allah SWT. Sebab, di bulan Rajab, terdapat pristiwa yang luar biasa: Isra Mikraj.
Kisah Isra Mikraj adalah peristiwa perjalanan Rasulullah SAW pada suatu malam. Yaitu dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Lantas berlanjut hingga ke langit ke-7 dan Sidratulmuntaha. Peristiwa Isra Miraj terjadi sebelum Nabi hijrah ke Madinah atau yang dulu disebut dengan nama Yatsrib.
Isra Mikraj (bahasa Arab: الإسراء والمعراج, translit. al-’Isrā’ wal-Mi‘rāj) adalah dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja.
Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa sangat penting bagi umat Islam. Sebab, pada peristiwa inilah Nabi Muhammad mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.
Menurut tradisi, perjalanan ini dikaitkan dengan Lailat al-Mi'raj, sebagai salah satu tanggal paling penting dalam kalender Islam.
Di bulan Rajab umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca doa. Anjuran membaca doa ini penting karena di bulan Rajab terdapat peringatan Isra Mikraj yang terjadi pada tanggal 27 Rajab.
Senyatanya, para ulama ahli sejarah berbeda pendapat perihal waktu terjadinya Isra Mikraj.
Ada yang mengatakan terjadi pada bulan Rajab, ada juga yang mengatakan bulan Rabiul Awal, dan ada yang mengatakan bulan Rabiul Akhir.
Hanya saja, dari semua pendapat tersebut yang paling kuat adalah yang mengatakan terjadi pada bulan Rajab. Tepatnya, pada malam Sabtu, tanggal 27 Rajab tahun kesepuluh setelah kenabian (nubuwah).
Sebagai umat Islam, tidak ada yang lebih baik dalam menjalani malam 27 Rajab selain dengan memperbanyak ibadah kepada Allah, dan membaca sejarah-sejarah tentang Nabi Muhammad, untuk mengenal lebih dekat dengannya.
Salah satu amaliah yang dapat dilakukan pada malam 27 Rajab adalah berdoa kepada Allah SWT, dengan salah satu doa telah dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri.
Dalam kitabnya Syekh Muhammad seperti dinukil dari NUonline menjelaskan, doa berikut memiliki khasiat yang sangat luar biasa:
مَنْ قَرَأَ بِهَذَا الدُّعَاءِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ مِنْ رَجَبَ ثُمَّ يَسْأَلُ الله حَاجَتَهُ فَاِنَّهَا تُقْضَى بِاِذْنِ اللهِ
Artinya: “Barang siapa yang membaca doa ini pada malam 27 Rajab, kemudian meminta kepada Allah (untuk dipenuhi) kebutuhannya, maka akan dipenuhi kebutuhannya dengan izin Allah.” (Abdullah al-Halabi, Nurul Anwar wa Kanzul Abrar fi Dzikris Shalati ‘alan Nabi al-Mukhtar, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah: tt], halaman 38).
Doa Malam 27 Rajab.
Adapun teks atau bacaan doa di malam 27 Rajab ialah sebagaimana berikut:
اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ
Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi’i wal ‘isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da‘watī yā akramal akramīn.
Baca Juga: Datuk Baidowi, Tokoh Penyebar Islam dari Sumatera yang Makamnya di Prigen
Artinya: “Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kaumerahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan.”
Manfaat baca doa malam 27 Rajab
Syekh Abdurrahman bin Abdussalam as-Syafi’i (wafat 893 H) dalam salah satu kitabnya menjelaskan faedah atau manfaat dari doa malam 27 rajab.
Diantaranya, siapa saja yang membacanya pada tanggal 27 Rajab, kemudian menyebutkan hajatnya kepada Allah, maka Dia akan mengabulkan segala hajatnya, melapangkan urusannya, dan menghidupkan hatinya ketika hati-hati manusia sudah mulai mati. (Syekh Abdurrahman, Nuzhatul Majalis wa Muntakhabun Nafaiz, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah: 1999], juz I, halaman 94).
Adapun tata cara membaca doa pada malam 27 Rajab ialah sebagai berikut:
Salat sunnah dua rakaat sebagaimana shalat sunnah pada umumnya. Kemudian membaca surat Al-Ikhlas setelah membaca surat Al-Fatihah di rakaat pertama dan kedua.
Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad sebanyak 10 kali.
Membaca doa tersebut, kemudian menyebutkan segala hajat-hajatnya.
Editor : Muhammad Fahmi