JAKARTA – Pada 2004, ADA Band merilis Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah). Kala itu, lagu bertema ayah tersebut dibawakan vokalis Donnie Sibarani bersama Gita Gutawa.
Kini, nyaris dua dekade berlalu, lagu itu di-remake Donnie –yang kini menjadi solois– bersama Aura, musisi muda pendatang baru.
Dalam konferensi pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, (22/11), Donnie menyebut ide merilis ulang lagu itu muncul karena hampir tak ada lagu yang didedikasikan untuk ayah.
’’Selain itu, aku lihat banyak orang yang kurang perhatian atau berjarak sama ayah. Dengan rilis ini, aku pengin ngingetin, cinta kasih ayah-anak itu ada dan seharusnya everlasting,’’ imbuhnya.
Musisi kelahiran 17 April 1980 itu menggandeng Aura. Dia menceritakan, pertemuan pertama dengan musisi 15 tahun tersebut tak disengaja.
Saat itu Donnie mengunjungi rumah Widia Rachman, salah satu pelaksana konser yang diisinya di Batam.
’’Waktu itu aku karaoke di rumah Widia. Aura diminta ibunya untuk nyanyi bareng. Dia enggak pernah ikut les vokal atau nyanyi, bakatnya natural,’’ ungkapnya.
Donnie pun langsung mengajak Aura, yang masih duduk di kelas X SMA, untuk duet di Yang Terbaik Bagimu.
Aura mengakui, dirinya suka menyanyi sejak kecil. ’’Tapi, sukanya sebagai hobi, bukan yang ikut lomba-lomba,’’ ucapnya.
Saat diminta me-remake salah satu hit ADA Band, Aura pun grogi. Sebab, menurut dia, versi orisinalnya dibawakan dengan sangat baik oleh Gita Gutawa.
’’Takut nggak bisa bawain, soalnya lagu ini kan legend banget,’’ ungkapnya.
Meski demikian, dia menyebut proses rekaman sangat terbantu oleh vocal director Ayoe Purnamasari.
Berbekal latihan tiga hari, rekaman Yang Terbaik Bagimu dieksekusi dengan apik hanya dalam waktu 3,5 jam.
Agar tak hanya pengulangan, Krishna Balagita –yang juga personel ADA Band– mengubah komposisi lagu.
Lagu dikemas lebih megah dengan iringan Budapest Scoring Orchestra. Pembagian vokal pun diperbarui.
Baginya, Yang Terbaik Bagimu versi baru menampilkan suara Aura yang apa adanya, tanpa teknik muluk-muluk.
’’Harapannya, lagu ini bisa dikenal generasi yang lebih muda, sekaligus nostalgia untuk generasi yang besar di era 2000-an,’’ tegasnya. (fam/c18/ayi/JawaPos)
Editor : Muhammad Fahmi