MALANG, Radar Bromo-Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi salah satu dari 60 perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) yang institusinya terakreditasi unggul. Prestasi ini sangat istimewa. Sebab, sejauh ini ada sebanyak 4.593 PTN-PTS di Indonesia.
Implikasi akreditasi unggul ini, bukan berarti peran Unisma akan semakin ringan. Namun, semakin berat dan kompleks. Kreatifitas, inovasi dan produktifitas menjadi tuntutan.
“Lompatan harus semakin cepat dengan karya-karya nyatanya,” ujar Rektor Unisma Prof. Dr. Maskuri, M.Si.
Menurutnya, saat ini, dari 36 program studi (Prodi), 13 program studi terakreditasi Unggul dan A. Kemudian, 3 prodi terakreditasi Internasional dari ASIIN Jerman dengan predikat full accredited.
“Ada 7 prodi yang telah di-asesmen lembaga akreditasi Internasional FIBAA Jerman. Tinggal menunggu penetapan. Selebihnya terakreditasi Baik Sekali dan B. Untuk jenjang pendidikanya, ada Program S-1, Profesi Dokter, Profesi Guru, Program S-2, dan Program S-3,” jelasnya.
Selain itu, berdasarkan perangkingan yang dilakukan Unirank. Pada pada Mei 2023, Unisma menempati posisi 41 Top Indonesian University Ranking dari 582 perguruan tinggi yang dinilai di Indonesia. Unirank merupakan lembaga internasional yang memberikan perangkingan kepada perguruan tinggi.
“Unisma juga menduduki peringkat 1 untuk PTNU se-Indonesia dan peringkat 3 PTS terbaik se-Jawa Timur. Untuk perguruan tinggi Islam tingkat dunia, Unisma berada di peringkat 30 Top Islamic University in the World,” katanya.
Sementa, untuk kinerja kemahasiswaan, Unisma berada di peringkat 25 PTN-PTS Tingkat Nasional. Kemudian, dalam kinerja penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan karya ilmiah, Unisma masuk di urutan 68 dari 1.977 PTN-PTS yang dinyatakan sehat.
”Sehingga LPPM Unisma masuk pada klaster Utama, dan berpeluang meraih dana Rp 15 Miliar tiap tahun. Tahun 2023 ini ada 20 tim peneliti dan pengabdi didanai DRTPM Dikti, meningkat dari tahun 2022 yang jumlahnya 15 tim,”ungkapnya.
Pada 2023 ini, beragam prestasi nasional dan internasional pada bidang akdemik-nonakademik berhasil ditorehkan mahasiswa Unisma. Diantaranya,Juara 1 Golden Islamic Competition, Juara 1 Balsa Bridge Competition, Medali Emas Kejuaraan Taekwondo UM Cup V serta, Juara 1 Lomba menyanyi tingkat nasional.
Kemudian, Juara 1 lomba Dai/Da'iyah tingkat Nasional, Juara 1 Gebyar Insani Muhammadiyah, dan Juara 1 Da'i Remus Festival di Unesa Surabaya. Selain itu, Juara 1 Pantun Islami Nasional, Juara 1 International Youth Conference Expedition dan Juara 1 MTQ Tartil Al-Quran dan Juara 1 Mubaligh National Competition.
“Saat ini, kami mengembangkan beberapa terobosan program unggulan dan inovasi untuk menyiapkan mahasiswa dalam kompetisi nasional maupun internasional. Antara lain; Rumah Kreatif Mahasiswa (RKM), Kelas Branding, Kelas Profesional, Rumah Budaya dan Peradaban, dan Entrepreneurial Generasi Emas,” ujar Prof Maskuri.
Menurutnya, secara kelembagaan Unisma juga telah mendapat kepercayaan dari Pemerintah Pusat melalui Kemendikbudristek, Menko PMK, dan BNSP RI dengan diperolehnya berbagai Hibah 2022-2023.
“Seperti hibah penelitian dan pengabdian masyarakat terbanyak se-L2DIKTI. Kemudian pemenang bantuan dana Program Transfer Kredit Luar Negeri Belmawa selama 3 tahun berturut-turut,”katanya
Ada juga bantuan dana inovasi pembelajaran dan teknologi bantu untuk mahasiswa berkebutuhan khusus di perguruan tinggi selama 4 tahun berturut-turut. Kemudian hibah PKKM 2022 dan 2023 Kemdikbudristek sebesar senilai lebih dari Rp. 2,8 Milyar.
“Lolos Program Kampus Mengajar Angkatan 1, 2, 3, 4 dan 5 Kemendikbudristek. Ada lebih dari 569 Mahasiswa dan lebih dari 92 Orang Dosen, dan masih banyak lagi,”jelasnya.
Sedangkan untuk program Kementerian Agama dan Provinsi Jawa Timur tahun 2022-2023 yang telah di peroleh Unisma dan dosen, antara lain; Simposium dan workshop tentang Moderasi Beragama, dan Duta Moderasi Beragama.
“Kemudian instruktur nasional program peningkatan kompetensi berkelanjutan bagi guru madrasah Kemenag RI dan Tim Buku Pendidikan Agama Puslitbang Kemenag RI dan lain-lain,” pungkasnya. (uno)
Editor : Muhammad Fahmi