------------------------------------------------------------------------------------------------------
BANYAK sekolah-sekolah di Pasuruan dan Probolinggo menggelar Pondok Ramadan. Meski waktunya hanya sekejap, kesempatan ini tak disia-siakan siswa maupun guru. Rata-rata sekolah yang menggelar Pondok Ramadan, melaksanakannya di pertengahan bulan puasa. Bahkan tak sedikit yang menggelarnya di sisa penghujung Ramadan.
Di antara sekolah yang menggelar pondok kilat atau pondok Ramadanadalah SDI KH A. Wahid Hasyim Bangil. Para siswi di lingkungan sekolah setempat diajak untuk mengikuti kegiatan pondok Ramadan. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan wawasan dan keilmuan, serta ibadah untuk mendulang pahala di bulan suci Ramadan.
Ketua Ponpes KHA. Wahid Hasyim Bangil Akhmad Wildan Amrullah mengungkapkan, kegiatan Pondok Ramadan digelar dengan harapan agar para siswi di SDI setempat, bisa meningkatkan keilmuannya. Selain juga, menambah amalan di bulan Ramadan.
“Pondok Ramadan bermanfaat bagi siswa. Karena dari situlah, mereka bisa mendapatkan bekal ilmu lebih mendalam,” ungkapnya.
Menurut Gus Wildan, kegiatan Pondok Ramadan tersebut terbagi dua event. Untuk event pertama, dilangsungkan bagi siswi SDI KHA. Wahid Hasyim Bangil. Di mana, pelaksanaannya, dilangsungkan sejak 11 hingga 12 April 2023.
Tak hanya untuk internal siswi KHA Wahid Hasyim Bangil. Karena, Ponpes KHA Wahid Hasyim juga menerima siswi dari luar daerah. Mereka diperkenankan untuk mengikuti kegiatan Pondok Ramadan di KHA Wahid Hasyim Bangil.
Kegiatan yang masuk event kedua itu, dilangsungkan 15 April hingga 16 April. Pesertanya diproyeksikan tidak hanya dari wilayah Bangil ataupun Pasuruan. Tetapi juga, dari luar daerah. Seperti Sidoarjo. “Sudah ada beberapa lembaga pendidikan yang berminat untuk mengikutkan siswinya dalam kegiatan pondok Ramadan di tempat kami,” sampainya.
Di Kota Probolinggo, salah satu sekolah yang menyelenggarakan kegiatan Pondok Ramadan adalah SMP IT Permata. Di sekolah ini, Pondok Ramadan diselenggarakan selama dua hari pada Senin dan Selasa (10-11/4) lalu. Semua siswa antusias ikut.
Kepala Sekolah SMP IT Permata Fitry Widyarini mengungkapkan, pondok ramadan digelar karena ada edaran dari Kemenag. Selama mondok, siswa menginap.
Materi sudah disiapkan dari kemenag. Temanya, mulai dari karakter, kepemimpinan, adab hingga akhlak. Selain itu, selama pondok ramadan, juga ada kegiatan berbagi takjil dengan masyarakat sekitar dan sholat tarawih bersama.
“Kalau acuan dari dinas itu tiga hari. Cuma kami sengaja melakukan dua hari karena hari kedua menginap. Tentunya ini sudah dari persetujuan wali murid dan kemenag,” ungkapnya.
Salah satu siswa kelas 9, Faros Alaudin Althaf, 15, dia sangat menyukai pondok ramadan. “Materi paling disukai saat tilawatil quran. Sekalian bisa memperbaiki makhraj. Ada ustadz dan ustadzah yang mendampingi selama pembelajaran,” katanya.
Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Muhammad Avicinna Dipayana mengatakan pondok pesantren tidak wajib dilakukan. Semuanya tergantung pada kemampun masing masing lembaga. Misal, ada kegiatan lain yang lebih mendesak dilakukan.
“Bagi siswa yang nonmuslim, bisa menyesuaikan sesuai arahan dari guru agamanya. Lokasi pembelajarannya di satu lokasi untuk beberapa siswa dari beberapa sekolah,” tutur Avi. (one/riz/fun) Editor : Ronald Fernando