------------------------------------------------------------------------------------------------------
ARMAN, Pasuruan
------------------------------------------------------------------------------------------------------
ZAKAT merupakan rukun Islam keempat dan diwajibkan bagi seluruh umat Islam. Zakat secara bahasa memiliki banyak arti. Di antaranya, berkembang, keberkahan, dan banyaknya kebaikan.
Dalam istilah fikih adalah suatu harta yang wajib dikeluarkan dan diberikan kepada orang yang berhak menerimanya. Seperti yang diungkapkan Imam Taqiyuddin Al Hisny pengarang kitab Kifayah Al-Akhyar. Juga berlandasan hadis Rasulullah SAW.
“Rasulullah telah mewajibkan mengeluarkan zakat fitrah (pada bulan Ramadan kepada setiap manusia).” (H.R. Bukhari-Muslim).
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kewajiban mengeluarkan zakat fitrah dimulai dari terbenamnya matahari sampai sebelum salat Id dilakukan dan lebih utamanya diberikan setelah salat Subuh sebelum berangkat salat Id.
Karena itu, apabila seseorang memberikannya setelah selesai salat Id, maka dihukumi haram. Namun, tidak menggugurkan kewajiban zakat itu sendiri.
Imam Taqiyuddin Al Hisny menjelaskan, bahwa zakat fitrah yang wajib dikeluarkan ialah berupa bahan makanan pokok dari wilayah orang yang berzakat. Dengan kadar 1 sho' yakni 2,7 kilogram.
Makanan pokok yang wajib dikeluarkan untuk zakat fitrah juga harus memenuhi syarat tertentu. Yakni, bahan makanan yang tidak terdapat cacat, tidak lapuk, dan kuat untuk disimpan.
Maka dari itu, apabila beras pemberian orang lain itu memenuhi syarat di atas, boleh mengeluarkannya untuk zakat. Sebaliknya, apabila beras pemberian itu tidak layak, maka tidak diperkenankan untuk dizakatkan. Wallahu a'lam bisshowab. (*)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nun Ihsanu Aunillah
Pengasuh Pondok Zainul Hasanain, Pesantren Zainul Hasan Genggong. Kini, sedang menempuh pendidikan di Universitas Umm Al-Qura Mekkah. Editor : Ronald Fernando