Di antara menu makanan yang terhidang, rata-rata makanan berat. Ada nasi dan lauknya, beberpa gorengan dan yang tak ketinggalan, es campur jumbo.
“Wah, kalau tidak ada es ini anak-anak bisa purik. Harus manis dan dingin. Namanya juga anak-anak,” kata Afri sembari menuangkan es ke mangkuk.
Afri memang memiliki dua buah hati. Keduanya sudah berpuasa, namun untuk yang bungsu baru belajar. Semenjak dilatih berpuasa, anak-anaknya memang tak pernah absen untuk menikmati menu es yang dinilai untuk pelepas dahaga.
Hal yang sama juga dilakukan Rizal Prawira, warga Kelurahan Tembokrejo. Sebelum waktu berbuka puasa, Rizal sudah berkeliling, hunting menu takjil. Saat pulang, tak lupa dia membeli minuman yang jenisnya bisa berganti setiap hari.
“Pokoknya harus dingin dan bukan buatan pabrik. Gak lega kalau berbuka bukan dengan yang manis-manis dan dingin,” kata Rizal.
Setelah melepas dahaga, baru selanjutnya menu makanan dinikmati. Bisa menu ringan atau langsung ke menu berat seperti nasi. Meski rata-rata kebanyakan orang memilih menu berat.
Tetapi ada pula yang hanya cukup sekadar membatalkan puasa saat berbuka. Cukup meminum air lalu makan kurma.
Saperti yang dilakukan Iswamati, 61, warga Kelurahan Purutrejo. Dia biasanya berbuka dengan meminum teh hangat dan kurma atau buah segar. “Makannya nanti setelah tarawih. Sejak beberapa tahun ini, sudah jarang berbuka dengan es. Teh hangat pun biasanya tanpa gula. Hanya jaga-jaga saja, karena faktor usia,” bebernya. (zen/rud) Editor : Ronald Fernando