Kali pertama jasad Dimas ditemukan Tim SAR gabungan sekitar pukul 10.45 kemarin. Dimas ditemukan sekitar 1,96 km di tenggara Wisata Bukit Krapyak. Tepatnya di jurang Kali Sumber Luwak Putuk Puyang.
Ditemukannya jejak mahasiswa Semester III Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra Surabaya itu berawal dari temuan sepasang sandal korban sehari sebelumnya. Tepatnya, di dasar jurang atau air terjun yang tengah mengering tersebut.
https://radarbromo.jawapos.com/news/20/09/2022/9-hari-hilang-di-bukit-krapyak-pacet-mahasiswa-asal-rembang-belum-ditemukan/
Penelusuran membuahkan hasil usai Tim SAR gabungan mendapati jasad Dimas tergeletak di terasan tebing. Tepatnya, di ketinggian sekitar 50 meter dari tebing setinggi 100 meter tersebut. Tepat di ketinggian 1.540 meter dipermukaan laut (mdpl), Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad Dimas secara Single Rope Technique (SRT).
"Kami lakukan evakuasi vertikal dengan teknik SRT. Karena mengandalkan satu tali, prosesnya sekitar 4-5 jam," ungkap Koordinator Lapangan Ops SAR Krapyak 2 Yohny Kurnianto, kemarin di lokasi. Belum diketahui pasti kronologi korban ditemukan tersangkut di antara tebing tersebut. Jasad korban berhasil diangkat di bibir tebing sekitar pukul 16.00. Tim SAR gabungan lantas mengevakuasi jasad korban ke pintu masuk Wisata Bukit Krapyak.
"Jasad korban tiba di pintu masuk Bukit Krapyak sekitar pukul 17.35. Perjalanan dari titik penemuan sekitar 1,5 jam," sebut Asper BKPH Pacet KPH Pasuruan Margono menambahkan.
Oleh petugas, jasad korban dievakuasi ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari guna dilakukan otopsi. ’’Jasad korban dibawa ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk dilakukan otopsi. Untuk penanganan lanjutan ini kami koordinasikan dengan kepolisian,’’ tandas Margono.
Sebelumnya, Dimas dikabarkan hilang misterius saat berkemah di Wisata Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto Minggu (11/9). Korban bersama 10 orang temannya datang ke lokasi Sabtu (10/9) sekira pukul 18.30.
Pencarian Dimas berlangsung sejak Minggu (11/9). Ratusan personel gabungan diterjunkan berikut anjing pelacak. Sampai operasi SAR resmi dihentikan Senin (19/9), jejak Dimas belum terlacak. Berdasarkan sejumlah pertimbangan, Operasi SAR kedua dimulai kembali sejak Minggu (25/9). (vad/fen) Editor : Muhammad Fahmi