Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hindari Berbuka Berlebihan, Bisa Picu Asam Lambung-Berat Badan Naik

Jawanto Arifin • Senin, 18 April 2022 | 23:03 WIB
SECUKUPNYA: Saat puasa, ada banyak makanan yang bisa disantap ketika berbuka. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
SECUKUPNYA: Saat puasa, ada banyak makanan yang bisa disantap ketika berbuka. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
WAKTU berbuka puasa menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu sebagian umat muslim usai menahan lapar dan haus selama seharian. Sebagian malah langsung mengisi perut yang kosong dengan melahap banyak makanan dan minuman. Eits, waspadai risikonya.

Langsung mengisi perut yang kosong dengan melahap banyak makanan dan minuman, ternyata tidak baik. Selain bisa menimbulkan perut kembung, memakan terlalu banyak bisa memicu timbulnya rasa kantuk. Karena itu, kegiatan ibadah yang lain, seperti salat Tarawih dan tadarus Alquran, kadang terabaikan.

Dokter Ajeng Putih Sekarningrum mengungkapkan, tidur usai berbuka tidak baik bagi kesehatan. Salah satunya bisa menaikkan berat badan. Saat sedang tidur, metabolisme tubuh semakin melambat, sehingga kalori yang seharusnya dicerna menjadi tertunda.

Akhirnya, kalori disimpan sebagai lemak. Selain menyebabkan penambahan berat badan, tidur setelah berbuka juga berbahaya bagi orang yang memiliki riwayat penyakit asam lambung. Kondisi perut yang kenyang dan dalam proses pencernaan, tapi dipaksa untuk berbaring.

“Karena itulah, tidur setelah menyantap makanan berbuka puasa sangat tidak disarankan. Sebab, memang tidak baik bagi kesehatan tubuh,” ujarnya.

Ada beberapa tip yang bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya kantuk setelah berbuka. Pertama, hindari porsi makan yang terlalu banyak. Setelah menahan hawa nafsu selama seharian, beberapa orang biasanya akan cenderung tergoda mengonsumsi banyak makanan.

Utamanya makanan yang manis dan mengandung karbohidrat. Hal ini bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Banyaknya karbohidrat dan gula yang masuk bisa menaikkan kadar gula dalam darah dengan cepat. Sebaiknya makan secukupnya.



“Apalagi kita juga cenderung menyantap makanan dengan cepat saat berbuka. Usahakanlah untuk berhenti makan sebelum kenyang,” ujar dokter yang bertugas di Puskesmas Kanigaran tersebut.

Usai berbuka, hindari langsung rebahan di atas tempat tidur. Ini bisa mendatangkan rasa kantuk. Kebiasaan ini membuat tubuh memberikan perintah pada lambung untuk memperlambat pencernaan, sehingga menimbulkan rasa kantuk luar biasa.

Setelah berbuka, disarankan melakukan aktivitas yang membuat tubuh bergerak. Misalnya segera menyiapkan diri dan berangkat tarawih atau membereskan meja makan. Ketiga, perbanyak minum air putih. Karena rasa kantuk sering muncul karena dehidrasi atau kekurangan cairan.

Usai mengonsumsi makanan berat, sebaiknya minum dua gelas air putih. Dan, pastikan saat meminumnya dilakukan perlahan. Agar tubuh bisa terhidrasi dengan sempurna. Selain itu, rasa kantuk bisa juga terjadi karena tidak mendapat kualitas tidur yang baik saat siang.

Bagi yang sedang bekerja, usahakan setiap selesai pulang dari kantor memiliki waktu tidur siang selama 30 menit. Terakhir, tetap lakukan olahraga rutin. Meski sedang berpuasa, cobalah untuk tetap olahraga secara rutin setiap hari. Ini bisa dilakukan 15 sampai 30 menit sebelum atau sesudah berbuka.

“Yang terpenting usai berbuka lakukan kegiatan yang positif. Jangan langsung merebahkan badan, karena bisa membuat rasa kantuk datang,” ujarnya. (riz/rud) Editor : Jawanto Arifin
#puasa sehat #menu buka puasa