Awalnya Kampung Blekok merupakan kawasan yang membutuhkan upaya khusus untuk mendukung keberlanjutan hutan mangrove dan burung Blekok yang hidup di dalam hutan mangrove tersebut. Guna mengatasi permasalahan itu, sejak 2018 lalu hingga saat ini, Paiton Energy – POMI bersinergi dengan Pemerintah Daerah Situbondo.
Sinergi juga melibatkan masyarakat sekitar. Dengan mengembangkan kawasan pelestarian habitat mangrove, dan juga burung Blekok untuk kelestarian lingkungan.
Selain itu, sinergi ini juga ditujukan agar masyarakat bisa meraih keuntungan dengan terjaganya lingkungan dan alam mereka. Agar tercipta harmonisasi antara ketiga manusia dan lingkungan.
Fokus Paiton Energy - POMI pada program ini adalah, konservasi Mangrove dan burung Blekok melalui Mangrove Center, Program Penanaman Mangrove, dan Conservation Campaign, sebagai titik berat di bidang lingkungan. Sementara untuk titik berat pemberdayaan masyarakat program ini berfokus pada program capacity building untuk pengelola wisata dan masyarakat sekitar, serta infrastruktur lain.
Di hutan mangrove Kampung Blekok, Paiton Energy tidak hanya melaksanakan konservasi flora dan fauna. Tapi, juga melakukan upaya peningkatan ekonomi melalui ekowisata berbasis masyarakat dan ekonomi kreatif.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa konservasi dan peningkatan ekonomi dapat bersinergi dan saling melengkapi,” kata Bayu Widyanto.
CFS Manager PT Paiton Energy – POMI Bambang Jiwantoro mengatakan ekowisata Kampung Blekok mempunyai nilai unggul. Yakni, wahana edukasi alam untuk mengenal mangrove dan berbagai spesies burung, salah satunya Blekok. Ini yang tidak dimiliki tempat lain.
“Program ini menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 50 keluarga yang tinggal di kawasan ekowisata Kampung Blekok. Selain sebagai pengrajin kayu dan manik-manik, masyarakat yang tinggal di Kampung Blekok juga memiliki usaha kuliner dan menyediakan fasilitas homestay bagi pengunjung yang ingin menginap di Kampung Blekok,” katanya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Blekok Kholid Maulana mengatakan, program ekowisata di Kampung Blekok dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Serta menambah kesadaran masyarakat untuk melestarikan pohon mangrove. “Pohon mangrove sangat berguna untuk perlindungan dari abrasi, sekaligus menjadi rumah bagi burung Blekok,” ujarnya.
Sementara Fatchur Rohman, Peneliti Universitas Negeri Malang mengatakan, pohon mangrove juga dapat menyerap karbon yang sangat penting bagi mitigasi perubahan iklim. Ekosistem mangrove kategori tiang di Kampung Blekok memiliki total Program konservasi dan ekowisata berbasis masyarakat di Kampung Blekok.
“Ini merupakan salah satu dari berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) Paiton Energy yang dikategorikan dalam tiga fokus, yaitu mendukung keberlanjutan Perusahaan (pembangkit), keberlanjutan sosial ekonomi, serta keberlanjutan energi dan lingkungan,” jelasnya. (uno/mie) Editor : Muhammad Fahmi