Rasa dalam fotografi jurnalistik itu sangat identik. Saling tidak terpisahkan. Dalam fotografi jurnalistik, rasa merupakan elemen tertinggi sebuah karya foto. Rasa adalah hal penting karena bisa memengaruhi audiens maupun publik. Tentu, setiap penikmat foto memiliki rasa yang tidak sama dalam menilai sebuah karya. Begitupun dengan emosi yang mereka alami.
Membubuhkan rasa ke dalam foto terbilang gampang-gampang susah. Hanya, dibutuhkan pengalaman dan kepekaan saja. Tak sedikit fotografer yang menghabiskan waktu dengan mengasah kemampuan fotografinya demi menciptakan karya foto yang memiliki nilai rasa tinggi.
Nah, pada Klinik Fotografi edisi dua pekan lalu, sudah dibahas tentang apa itu foto indah, foto bagus, foto menarik, dan foto berkualitas. Kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana mencipta foto dengan menambahkan rasa di dalamnya.
Berikut beberapa tip bagaimana menambahkan rasa dalam foto:
- Fokuskan pada Wajah
Wajah adalah elemen tubuh yang paling mudah untuk mengidentifikasi rasa. Dalam wajah, mata merupakan bagian yang paling menentukan. ”Orang-orang senja” menyebutkan, mata merupakan jendela jiwa. Dia bisa menunjukkan beragam emosi seseorang. Seperti ketika sedang marah, bersedih, gembira, dan banyak lagi luapan emosi lainnya. Jadi, fokuskan jepretan Anda pada wajah dengan titik fokus utama pada mata.
- Persempit Bidang Bidikan
Mempersempit bidang bisa dilakukan dengan menyederhanakan bidikan pada kamera Anda. Potretlah satu bidang yang benar-benar Anda minati. Dengan cara memangkas komposisi bidang yang terlihat luas/lebar. Yakni, tidak memotret keseluruhan pandangan. Selanjutnya, jepretlah dengan memfokuskan lensa Anda seperti yang dijelaskan pada poin 1 di atas.
- Gunakan Lensa Panjang
Untuk memangkas bidang yang luas menjadi sempit, sebaiknya Anda gunakan lensa yang panjang (tele). Lensa yang ukurannya panjang lebih memudahkan Anda membidik subjek tertentu. Lensa panjang yang umum bisa digunakan adalah lensa yang memiliki ukuran range 70 sampai 200 mm.
- Renungi dan Amati Sekitar
Setidaknya, sebelum dan sesudah memotret, sebaiknya Anda mengamati sekitar lokasi pemotretan. Gali informasi sebanyak-banyaknya. Tak hanya itu. Berikan pula ruang waktu pada diri untuk sedikit merenung. Tujuannya, tak lain adalah mengidentifikasi apa dan bagaimana ”arah” foto nantinya. Baik dari segi ide dan pesan yang ingin Anda capai. Dengan begitu, akan dapat memperjelas goal apa yang ingin Anda capai.
Nah, itulah beberapa tip bagaimana caranya menyelipkan rasa pada karya foto yang Anda ciptakan. Perbanyaklah berlatih dan jangan merasa tertekan dengan emosi kebanyakan orang ketika memotret. Sebab, rasa bisa mengacaukan Anda ketika berkreasi seni. Pahamilah bahwa foto yang bernyawa adalah foto yang memiliki nilai rasa. Orang tidak sekadar melihatnya, tapi akan menikmatinya.
Selamat berkarya… (ube) Editor : Jawanto Arifin