Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mengukur Depth of Field di Fotografi

Jawanto Arifin • Sabtu, 11 Desember 2021 | 18:43 WIB
Oleh: Zainal Arifin, Fotografer Jawa Pos Radar Bromo
Oleh: Zainal Arifin, Fotografer Jawa Pos Radar Bromo
DEPTH of field (DoF) adalah area yang berada dalam fokus sehingga tampak tajam dalam frame. Maksudnya, seluruh objek yang berada dalam area DoF akan tampak tajam. Sebaliknya, seluruh objek yang berada di luar area DoF akan terlihat kabur.

DoF sendiri bisa diatur sesuai dengan keinginan. Bisa foreground tajam atau backround yang kabur. Bisa pula, foreground dan backround juga diatur sama-sama tajam.

Kesimpulannya, DoF bagaimana cara lensa untuk memperoleh kedalaman ruang berdasar beda rentang jarak objek untuk mendapatkan varian focus pada gambar.

Di zaman yang serbadigital ini, banyak kamera yang semakin canggih. Baik kamera DSLR maupun HP bisa menggunakan teknik DoF. Sejatinya, DoF itu sendiri bisa dikatakan efek bokeh atau backround blur. Hanya ada satu objek yang menjadi focus dan tajam.

Berikut Beberapa Hal yang Memengaruhi Depth of Field:

Semakin panjang focal length-nya, maka semakin sempit DoF yang dihasilkan. Sebaliknya, semakin pendek focal length lensa, area DoF akan kian besar.

Makin dekat jarak objek yang difoto, akan kian sempit DoF yang didapatkan. Sebaliknya, jika jarak objek jauh, DoF yang didapat semakin lebar.

Makin besar ukuran sensor kamera, area DoF yang dihasilkan sempit dan sebaliknya,

Selamat mencoba. (*) Editor : Jawanto Arifin
#depth of field #klinik fotografi