Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Menjaga Kesehatan Paru-Paru Berarti Menjaga Kehidupan

Jawanto Arifin • Sabtu, 16 Oktober 2021 | 20:01 WIB
Photo
Photo
BERNAPAS merupakan proses yang sangat vital dalam hidup manusia. Organ tubuh bernama paru-paru yang mengemban tugas utama tersebut. Karena itu, menjaga kesehatan paru-paru sangatlah penting. Apa saja ciri-ciri paru-paru yang sehat?

Dokter paru-paru di RSUD Moh. Saleh dr Anung Sri Handayani, Sp.P. menjelaskan, paru-paru berfungsi menurunkan aliran oksigen ke seluruh organ tubuh. Salah satu ciri organ paru-paru yang sehat adalah kemampuan menarik napas panjang. Sebab, kondisi itu berarti paru-paru masih dapat menampung udara dalam jumlah besar. Menurut dia, kebanyakan orang lalai dan kurang memperhatikan keadaan paru-parunya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengetahui ciri-ciri organ paru-paru yang sehat. Paru-paru dikatakan sehat jika pemiliknya mampu menarik napas panjang tanpa ada gangguan. ”Maksudnya, dapat menarik napas panjang dengan tidak ada keluhan (terasa lega),” beber dokter kelahiran Surabaya,14 Oktober 1980, itu pada Jumat siang (15/10).

Ciri lainnya adalah pernapasan lebih terbuka. Organ tubuh yang satu ini dapat menampung kadar oksigen sebanyak 6 liter udara. Atau, bisa dirasakan dengan kemudahan saat beraktivitas. Tidak gampang lelah. Napas juga teratur dan dapat terlihat ketika sedang berolahraga.

Photo
Photo
LAYANI PASIEN: Dokter Anung Sri Handayani menemui pasien paru-paru yang sedang kontrol kesehatan di RSUD dr Moh. Saleh Probolinggo. (Foto: dr Anung for Radar Bromo)

Selanjutnya, paru-paru dapat mengembang dan mengempis secara normal atau bersifat fleksibel. ”Paru-paru yang tidak sehat akan terasa lebih sulit menarik napas. Akibat jaringan mengalami penurunan elastisitas,” tambahnya.

Tanda paru-paru sehat juga jarang sakit batuk. Hal itu ditandai dengan kerja silia pada paru-paru masih berfungsi dengan baik. Silia adalah rambut kecil di saluran pernapasan yang membantu menjaga kotoran dan zat pengiritasi lain keluar dari paru-paru.



”Silia yang dalam keadaan baik akan menghindarkan diri dari penyakit batuk,” imbuhnya.

Bagaimana cara menjaga kesehatan paru-paru? Peringatan Hari Paru Sedunia (World Lung Day) pada 25 September lalu menekankan lagi pentingnya menyatakan tidak pada tembakau. Say no to tobacco.

Konsumsi produk tembakau, termasuk rokok, terbukti meningkatkan risiko berbagai penyakit paru. Hindari asap rokok dari lingkungan. Bernapas di udara bersih karena itu mengurangi paparan polusi. Menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan memperhatikan ventilasi udara.

Yang tidak kalah penting saat ini ialah mematuhi protokol kesehatan (prokes). Yaitu, menerapkan 5 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas). Praktik 5 M itu harus dilaksanakan dengan baik karena kondisi saat ini masih pandemi Covid-19.

Olahraga dan latihan fisik secara teratur juga membantu menjaga kesehatan paru-paru. Termasuk, mengikuti vaksinasi anti Covid-19. ”Vaksinasi Covid-19 sedang gencar diupayakan demi mewujudkan herd immunity (kekebalan kelompok). Termasuk, vaksinasi paru lainnya, seperti pneumokokus, influenza, DPT, dan BCG,” tandasnya.

 

Penyakit Paru Bisa Mematikan

Tidak menjaga kondisi kesehatan paru-paru bisa berisiko sejumlah penyakit. Menurut dr Anung Sri Handayani, Sp.P., setidaknya ada lima penyakit paru-paru utama. Kelimanya merupakan penyebab kesakitan dan kematian di dunia.

Pertama, pneumonia. Menurut dr Anung, penyakit ini merupakan penyakit infeksi atau peradangan akut yang menyerang parenkim/jaringan paru. Penyebabnya, bisa berupa macam-macam mikroorganisme. Seperti bakteri, virus, jamur, parasit, ataupun pajanan bahan kimia, dan kerusakan fisik paru.



”Pneumonia dapat menyerang siapa saja. Anak-anak, remaja, dewasa, sampai lanjut usia. Pneumonia yang saat ini menjadi pandemi dunia adalah pneumonia yang diakibatkan oleh Covid-19,” terangnya.

Kedua, tuberkulosis (TBC). TBC adalah penyakit paru yang diakibatkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini tidak hanya menyerang paru, tapi juga organ lain. ”Seperti tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, dan lainnya,” imbuhnya.

Ketiga, lanjut dr Anung, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penyakit ini lebih dikenal dengan paru molor. Penyakit pernapasan yang umum dapat dicegah dan diobati. Penyakit ini ditandai oleh gejala pernapasan yang menetap. Biasanya disebabkan oleh paparan bahan-bahan berbahaya dalam jangka waktu lama.

”Gejalanya bermacam-macam. Namun, yang paling umum adalah batuk berdahak yang menetap. Napas berbunyi (mengi) dan nyeri dada. Penyebab PPOK yang paling umum adalah rokok, polusi udara, paparan asap di tempat kerja, infeksi paru berulang, dan faktor genetik (keturunan). Menghirup asap pembakaran sampah atau kayu bakar untuk memasak dalam waktu lama juga bisa menyebabkan PPOK lho,” terangnya.

Keempat, kanker paru. Penyakit ini merupakan pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru. Penyebab kanker paru adalah merokok, perokok pasif, polusi udara, keturunan, dan penyakit paru lainnya. Faktor risiko terkena kanker paru, terutama laki-laki usia lebih dari 40 tahun dan perokok aktif. Gejala kanker paru, antara lain, batuk yang terus-menerus, dahak berdarah, berubah warna, sesak, sakit kepala tanpa sebab, kelelahan, berat badan turun, suara serak/parau.

Kelima, asma. Gejala yang sering timbul adalah batuk napas berbunyi (mengi) dan sesak yang kambuh-kambuhan dan dapat berulang. Terutama di malam hari atau saat cuaca dingin.

Selain itu, pencetus kekambuhan asma dapat pula berupa kegiatan olahraga, debu, polusi udara, dan stres. Asma dapat dikontrol dengan baik menggunakan obat isap (baik controller/pengontrol ataupun reliefer/pelega). ”Jadi, berhentilah merokok, hindari pencetus kekambuhan. Baik debu, stres, cuaca, dan sebagainya,” tegas dr Anung. (rpd/far) Editor : Jawanto Arifin
#paru-paru sehat #kesehatan paru-paru