Meski demikian, tak sedikit pula fotografer yang suka memotret saat kondisi terang. Sebab, mereka justru yakin kondisi yang terang dan terik lebih memudahkan untuk mendapat hasil jepretan yang diinginkan. Tanpa harus membawa peralatan lighting apa pun.
Sebenarnya, memotret pada waktu terik matahari, pas di atas atau sekitar pukul 12.00, justru banyak tantangan. Objek foto bisa menjadi backlight (gelap). Selain itu, tantangan lain yang mungkin akan ditemui adalah munculnya bayangan. Pandangan terganggu oleh silau sinar matahari, over lighthing, hingga foto menjadi tidak senatural yang diharapkan.
Nah, pada edisi rubrik fotografi kali ini, saya sedikit berbagi tentang bagaimana menyiasati kondisi terik matahari agar hasil jepretan tetap menarik. Dalam kondisi yang terik sekalipun. Berikut beberapa tip yang mungkin bisa bermanfaat untuk Anda. Khususnya, yang demen dengan fotografi outdoor.
- Hadapi Saja, Cahaya Berlebihan Bukanlah Musuh
Satu-satunya cara yang paling efektif adalah menjadikan terik matahari sebagai teman. Apalagi saat mau tidak mau harus memotret ketika cuaca panas ditambah cahaya yang berlebihan. Ini juga sekaligus menjadi tantangan tersendiri. Setidaknya, dengan begitu, Anda bisa terpacu untuk menemukan ide-ide kreatif yang memengaruhi hasil karya foto. Yang penting, cobalah dulu!
- Gaya Foto Hitam-Putih
Kondisi cahaya berlebihan cenderung menghasilkan kontras yang tinggi. Anda bisa memanfaatkan kontras tersebut dengan meraciknya menjadi gaya fotografi hitam dan putih. Ini bisa menjadi pilihan bagi Anda untuk mendapatkan foto yang lebih berani.
- Manfaatkan Bayangan dan Latar
Memasukkan elemen bayangan lain di sekitar objek ke dalam komposisi yang menarik dapat membantu menciptakan hasil foto yang juga menarik. Saat terik di ruang terbuka, Anda juga bisa memilih latar atau background yang berwarna lebih gelap. Dengan begitu, kontras pada subjek akan terlihat tajam dan menonjol. Hasil foto akan lebih unik.
Lalu, bagaimana ketika objek (model) foto berada di tempat teduh. Sebaiknya model Anda tempatkan pada posisi teduh yang bebas dari bayangan yang belang-belang. Seperti ketika berada di bawah pohon yang masih tembus cahaya matahari. Carilah tempat-tempat teduh yang teduhnya benar-benar merata. Semisal saat berada di bawah bayang-bayang bangunan gedung, rumah, atau bangunan lainnya.
- Siluet Foto
Selain beberapa pilihan kreatif foto seperti di atas, Anda juga bisa memanfaatkan teknik siluet foto. Siluet foto tak harus dilakukan ketika matahari hendak terbit maupun terbenam. Kondisi terik pun bisa dimanfaatkan. Seperti foto yang saya contohkan. Seorang ibu petani sedang mengurai gabah padi di tepi sawah. Saat itu saya tidak membawa peralatan lighting apa pun. Saya juga tidak akan men-setting si ibu. Apalagi menyuruh-nyuruh untuk bergaya atau berpindah-pindah posisi.
Selain itu, beliau juga sedang mengenakan kerudung rapat. Tentu jika dipotret akan menghasilkan backlight pada sebagian wajah akibat tertutup bayangan kain kerudung. Pun jika difoto dengan wide angle, mungkin hasilnya kurang menarik. Itu lantaran kondisi kotor oleh lumpur sawah. Jadi, saya memilih teknik kratif dengan menggunakan foto siluet.
- Gunakan Peralatan Lighting
Salah satu upaya maksimal yang paling penting ketika memotret dalam kondisi terik matahari adalah menggunakan peralatan lighting. Apa saja itu? Anda bisa menggunakan alat yang bernama reflektor. Dengan menggunakan alat ini tentu dibutuhkan seorang asisten.
Reflektor bertujuan membantu agar hasil foto bisa menjadi lebih bagus. Reflektor bisa menambah cahaya pada sisi bagan objek yang berwarna gelap. Sebagian besar fotografer komersial banyak menggunakan alat ini untuk kebutuhan pemotretan outdoor. Terutama ketika sedang memotret model. Apakah reflektor harus mahal? Tentu saja tidak. Anda bisa memanfaatkan benda-benda lain yang sekiranya bisa memantulkan cahaya. Seperti, styrofoam, aluminium foil, atau kain putih.
- Bidik via Viewfinder
Bagi Anda yang biasa menggunakan kamera DSLR maupun mirrorless sebaiknya membidik lewat viewfinder (jendela bidik). Dalam kondisi cahaya berlebih, apalagi silau, membidik lewat viewfinder akan terasa labih nyaman dan jelas dibandingkan menggunakan LCD pada kamera.
Nah, itulah beberapa tip saat melakukan pemotretan di kala cuaca panas dengan kondisi terik matahari. Semoga bermanfaat dan jangan patah semangat untuk belajar dan terus mencoba. Selamat memotret. (ube) Editor : Jawanto Arifin