Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Seni Memotret Diri Sendiri

Jawanto Arifin • Sabtu, 25 September 2021 | 19:03 WIB
Oleh: Mokhamad Zubaidillah, Fotografer Radar Bromo)
Oleh: Mokhamad Zubaidillah, Fotografer Radar Bromo)
MEMOTRET diri sendiri dalam situasi sendirian adalah hal yang menyenangkan, tetapi sekaligus tidak gampang. Menyenangkan dalam arti bebas berekspresi karena situasi sepi. Namun, memotret dalam kondisi seperti itu juga bisa menjadi kegiatan yang menjengkelkan. Apalagi, kalau sudah bolak-balik memotret, tapi hasilnya sangat tidak memuaskan.

Memotret diri sendiri biasa dilakukan orang-orang yang memang berkegiatan sendiri. Seperti saat melakukan solo traveling, camping, bushcraft, bersepeda (gowes), atau ragam hobi yang lain.

Tidak sedikit pula para pegiat media sosial memilih cara ini untuk mengekspresikan diri lewat foto maupun video. Mulai blogger, YouTuber, Facebooker, TikTok-er, hingga selebgram. Bisa iseng-iseng. Kegiatan amatiran sampai profesional.

Photo
Photo
Oleh: Mokhamad Zubaidillah, Fotografer Radar Bromo)

Mereka bisa menguasai banyak cara untuk membuat diri mereka ada dalam foto/video. Termasuk ketika ber-selfie maupun saat melakukan reportase sendiri. Maka, setiap kali mereka meng-upload karya, tak jarang timbul pertanyaan, siapa yang mengambil gambarnya.

Nah, kali ini saya akan sedikit berbagi tip dan trik bagaimana mendapatkan hasil foto diri yang nyentrik. Dengan jepretan tangan sendiri. Apa saja? Berikut beberapa hal tentang cara mengambil foto diri sendiri agar menghasilkan karya yang lebih menarik. Cara-cara ini bisa Anda pakai dengan menggunakan segala jenis kamera. Baik kamera DSLR, action, maupun smartphone.

  1. Gunakan Penyangga


Penyangga kamera sangat penting bagi Anda yang suka memotret diri sendiri. Penyangga yang paling populer digunakan adalah tripod. Alat penyangga keluaran terbaru saat ini namanya stabilizer (gimbal). Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan monopod atau juga tongkat narsis (tongsis).

Tripod dapat digunakan untuk memotret atau merekam kegiatan (seluruh badan). Sementara monopod/ tongsis dipakai untuk selfie atau narsis. He he he he. Bagi Anda yang hobi ”berkelana”, sebaiknya gunakan tripod maupun monopod yang simpel saja. Berbobot ringan, berukuran tidak besar, dan mudah dibawa ke mana-mana.



  1. Manfaatkan Cermin


Salah satu media penunjang untuk kebutuhan memotret diri sendiri adalah cermin. Tempatkan cermin sesuai selera. Atur posisi kamera sedemikian rupa. Jangan sampai kamera masuk ke dalam frame. Lalu, berposelah.

 

  1. Gunakan Timer


Fitur timer sangat cocok digunakan untuk Anda yang suka perjalanan sendirian. Hampir seluruh perangkat kamera sudah dilengkapi fitur ini. Handphone, kamera DSLR, ataupun action cam.

Satu-satunya yang Anda butuhkan jika menggunakan timer ini adalah sebuah penyangga. Dengan menggunakan penyangga tersebut, Anda tinggal berekspresi dengan memotret menggunakan fitur timer tadi.

 

  1. Pilih Angle yang Pas


Pemilihan angle foto tentu saja berlaku untuk memotret dalam kondisi apa pun. Lebih-lebih saat memotret diri sendiri kala sendiri. Jika sudah menemukan angle atau sudut pandang yang bagus, Anda tekan timer dan berlarilah sebelum hitungan mundur selesai. Ulangi cara demikian sampai Anda benar-benar puas dengan hasil foto yang didapat.

Photo
Photo
Oleh: Mokhamad Zubaidillah, Fotografer Radar Bromo)

  1. Perhatikan Seni Komposisi


Tak jauh beda dengan penentuan angle, pemilihan komposisi yang menarik juga memengaruhi karya foto diri Anda. Sebaiknya, jangan tempatkan Anda pada posisi tengah frame. Ikuti aturan yang umum dikenal dengan rule of thirds. Dan jangan lupa periksa latar belakang Anda berfoto.

 

  1. Kelola Pose Selfie


Memotret diri sendiri itu sejatinya ada dua model pose selfie. Yakni, selfie biasa dan selfie-genic. Selfie biasa itu pose foto dengan menghadap kamera. Sedangkan selfie genic merupakan pose tanpa melihat kamera, tapi Anda masuk dalam frame. Bisa menampilkan jepretan dari samping atau juga belakang. Dengan selfie genic ini Anda terkesan seperti sedang dijepret oleh orang lain.

 

  1. Gunakan Mode Burst


Mode burst ini sangat cocok sekali Anda gunakan untuk potret diri. Dengan mode tersebut, kamera akan menjepret secara otomatis tiap sepersekian detik. Anda bisa melakukan beragam gaya. Selanjutnya, pilih foto yang pas sesuai selera.



  1. Jangan Segan Minta Bantuan Orang


Jika kondisi benar-benar tidak memungkinkan Anda melakukan potret diri, jangan canggung meminta bantuan orang. Alangkah lebih baik Anda tetap pegang kendali jepretan yang diingini.

 

  1. Bersabar dan Perhatikan Lingkungan Sekitar


Memotret diri sendiri ini benar-benar membutuhkan kesabaran ekstra. Anda tentu akan bolak-balik ”ribet dengan diri sendiri.” Mulai berlari-lari, bergaya, berekspresi seorang diri. Ini tentu bisa membuat Anda sedikit jengkel. Jadi, tetaplah semangat dan bersabar. Dan satu hal yang sebaiknya Anda perhatikan adalah lingkungan sekitar.

Jangan sampai kegiatan memotret diri Anda mengganggu kenyamanan orang lain. Hindari hal-hal yang bisa membahayakan diri Anda sendiri. (ube/far) Editor : Jawanto Arifin
#klinik fotografi