Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cara Memotret dari Dalam Kendaraan yang Bergerak

Jawanto Arifin • Sabtu, 28 Agustus 2021 | 19:00 WIB
Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo
Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo
Oleh: Mokhamad Zubaidillah




SAAT melakukan perjalanan dengan naik kendaraan, kita sering menjumpai hal-hal yang menarik. Perlu diabadikan. Mulai view pemandangan hingga berbagai momen spesial yang layak difoto. Namun, mengambil gambar dari dalam kendaraan yang bergerak ternyata tak semudah yang dibayangkan.

Artinya, gampang-gampang susah. Apalagi ketika kendaraan yang kita tumpangi melaju dengan kecepatan tinggi atau melintas di jalan yang tak mulus. Karena mbleset sedikit saja atau setting kamera tidak pas, hasil foto menjadi tidak maksimal. Kadang terlalu gelap, over, bahkan gambarnya kabur (blur).

Pada rubrik kali ini, saya akan sedikit sharing bagaimana solusi untuk mengatasi problem tersebut demi mendapatkan foto yang lebih bagus. Berikut beberapa tip dan trik yang mungkin bisa Anda perhatikan ketika memotret dari kendaraan yang sedang bergerak.

Pertama, pilihlah tempat duduk yang paling dekat dengan jendela. Posisi duduk tepat di samping jendela akan memudahkan memotret. Anda bakal lebih leluasa. Anda bisa memilih kursi paling depan sebelah sopir. Di posisi ini, peluang untuk menangkap gambar akan lebih banyak.

Photo
Photo
Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo

Kedua, pastikan kaca mobil dalam kondisi bersih dari noda atau kotoran yang mengganggu. Anda bisa menyiapkan kain lap atau tisu. Berjaga-jaga untuk membersihkan kaca sewaktu-waktu. Sebetulnya cara membuka kaca mobil memang lebih nyaman. Namun, tetaplah memperhatikan keselamatan.

Ketiga, hindari penggunaan lensa lebar (wide). Memakai lensa lebar dalam kondisi dalam mobil memang akan mendapatkan jangkauan gambar yang lebih luas. Namun, risiko shake (goyang) atau panning lebih besar karena dalam posisi sedang berada dalam kendaraan yang bergerak. Karena itu, sebaiknya Anda menggunakan lensa yang standar atau normal saja. Syukur-syukur bila menggunakan lensa mix wide dan tele. Atau, biasanya lebih dikenal dengan lensa sapu jagad.

Keempat, perhatikan setting-an kamera. Atur ISO maupun diafragma sedemikian rupa dengan menyesuaikan terang gelapnya cahaya yang ada untuk mempertahan speed maksimal pada kamera.

Kelima, bila tidak terbiasa, apalagi belum menguasai mode manual, Anda bisa menggunakan mode speed priority. Yakni, mode yang berfungsi memprioritaskan pengaturan pada kecepatan rana. Yang pada logo mode biasa bertuliskan ”S” (untuk Nikon) atau ”Tv” (untuk Canon).

Keenam, gunakan pengaturan continuous speed. Continuous speed merupakan tembakan beruntun saat memotret. Dengan cara ini, Anda lebih memiliki banyak peluang untuk menangkap momen yang datangnya sewaktu-waktu atau tiba-tiba.

Ketujuh, saat memotret dalam kondisi bergerak, sebaiknya Anda gunakan skala kualitas gambar (image quality) berukuran besar. Itu akan menjaga karya Anda tetap dalam kualitas yang bagus jika sewaktu-waktu foto tersebut akan di-cropping nantinya.

Kedelapan, sabar dan siaga. Sabar dalam arti menunggu momen-momen yang menarik. Siaga berarti siap mengeksekusi momen tersebut dengan kemampuan terbaik Anda.

Demikian beberapa tip yang mungkin bisa Anda gunakan saat memotret dari dalam kendaraan yang melaju di jalan. Semoga bermanfaat dan menambah perbendaharaan ilmu fotografi Anda semua. Tetap berkarya di mana pun berada. Dan, jangan lupa, keselamatan adalah paling utama. (ube) Editor : Jawanto Arifin
#klinik fotografi #memotret benda bergerak