KABAR seperti itu bertebaran di media sosial. Infonya mencolok bahwa air kelapa hijau mampu menyembuhkan Covid-19. Begitu pula testimoni-testimoni para penggunanya. Namun, benarkah klaim seperti itu?
Dokter Umum Puskesmas Kanigaran dr Ajeng Putih Sekarningrum mengatakan perlu ada penelitian dan pembuktian. Jadi, tidak sekadar opini atau testimoni belaka.
Ajeng menuturkan, kandungan air kelapa hijau dalam 100 cc mengandung beberapa unsur. Kelapa hijau kaya akan protein, karbohidrat, dan elektrolit. Seperti natrium, kalium, magnesium, fosfor, dan manganase, serta zat besi. Kandungannya mirip dengan komposisi cairan tubuh. Jadi, dapat menggantikan cairan yang hilang.
”Sebagian orang saat diare ringan minum air kelapa untuk menggantikan cairan yang hilang. Itu terbukti efektif,” terangnya Jumat (6/8).
Sudah adakah penelitian terapi air kelapa pada Covid-19? Hingga saat ini belum ada penelitian yang menyatakan efek air kelapa pada pengobatan Covid19. ”Jadi, berita mengenai air kelapa sebagai terapi Covid-19 saat ini kurang tepat. Diperlukan penelitian lebih lanjut,” tambah Ajeng.
Dokter yang tinggal di Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, itu menyebut ada bahaya air kelapa hijau pada penderita ginjal. Penderita ginjal mempunyai masalah dalam membuang kalium. terutama yang pada tahap lanjut. Sebab, air kelapa hijau sangat tinggi kandungan kaliumnya.
Jika dikonsumsi oleh penderita ginjal, kelapa hijau dapat meningkatkan kalium dan menyebabkan terjadinya aritmia (gangguan irama jantung). Yang terburuk adalah efek henti jantung.
”Jadi, apa pun berita yang kita dengar, wajib kita pastikan dahulu dengan mencari kebenarannya. Lebih baik lagi kalau kita tanyakan langsung kepada dokter atau petugas medis. Jadi, informasi yang diterima tentu lebih akurat,” tandas Ajeng. (rpd)
Yang Terpenting Tetap Patuhi Prokes
Menurut dokter Ajeng, hal paling penting dalam penanganan Covid-19 adalah selalu mematuhi dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Memakai masker dobel, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, membawa hand sanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi aktivitas di luar rumah.
”Tidak boleh lupa, konsumsi makanan bergizi, kurangi stres, istirahat cukup, penuhi asupan cairan, dan berolahraga rutin untuk membantu menjaga kesehatan tubuh,” pungkas dokter yang juga bertugas di rumah karantina pasien Covid-19 tersebut. (rpd/far) Editor : Fandi Armanto