Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Waspadai Inilah Bahaya dan Mengetahui Gejala Infeksi Cacing Pita

Fandi Armanto • Sabtu, 24 Juli 2021 | 17:07 WIB
JAGA KEBERSIHAN: Bermain di lingkungan yang kotor berisiko bagi anak-anak terkena infeksi cacing pita. Lingkungan yang sehat bisa melindungi mereka. Insert: dr Ajeng. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
JAGA KEBERSIHAN: Bermain di lingkungan yang kotor berisiko bagi anak-anak terkena infeksi cacing pita. Lingkungan yang sehat bisa melindungi mereka. Insert: dr Ajeng. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)
PENYAKIT akibat terinfeksi cacing pita biasa dikenal dengan taeniasis. Sebagian masyarakat berpendapat, penyakit tersebut bisa ditangani dengan mudah. Tapi, jika tidak segera diatasi, infeksi itu akan menyebar ke organ tubuh lain. Bisa muncul masalah kesehatan yang lebih serius.

Dokter umum yang bertugas di Puskesmas Kanigaran dr Ajeng Putih Sekarningrum menjelaskan, cacing pita dapat masuk ke dalam tubuh siapa saja dan menyebabkan infeksi. Infeksi ini lebih rawan terjadi pada kondisi sanitasi lingkungan yang buruk. Atau, akibat mengonsumsi makanan yang tidak diolah dengan baik.

Ajeng menyebutkan, salah satu jenis cacing pita yang dapat menginfeksi tubuh manusia adalah jenis taenia saginata. Tubuhnya bertekstur rata, menyerupai pita, dan memiliki ruas-ruas. Panjang cacing pita dewasa bisa mencapai 25 meter. Mampu hidup dalam waktu 30 tahun.

Apa penyebab infeksi cacing pita? Mengonsumsi makanan atau air yang mengandung larva atau telur cacing pita. ”Cacing pita dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi daging sapi, babi, dan ikan yang tidak dimasak sampai matang,” ujar Ajeng Jumat (23/7).

Selanjutnya, telur cacing pita yang telah masuk sistem pencernaan dapat menetas sehingga menyebabkan infeksi usus. Sementara itu, telur cacing pita yang berhasil keluar dari saluran pencernaan dapat memasuki jaringan tubuh atau organ lain.

Gejala apa yang timbul? Dokter Ajeng menerangkan, di dalam tubuh penderita infeksi usus akibat cacing pita, bagian kepala cacing pita akan menempel pada dinding usus. Sementara bagian tubuhnya terus bertambah panjang dan memproduksi telur.

Umumnya infeksi usus akibat cacing pita memang tergolong ringan. Meski demikian, infeksi cacing yang bermigrasi keluar dari saluran pencernaan  dapat memicu komplikasi yang lebih berbahaya.

Sering orang yang terkena infeksi cacing pita tidak merasakan gejala apa pun. Misalnya, tidak mual, sakit perut, lemas, kehilangan nafsu makan, diare, berat badan turun, atau mengalami masalah dalam penyerapan nutrisi makanan. Padahal, ususnya sudah terinfeksi.

Adapun gejala infeksi cacing pita di bagian tubuh lain terjadi setelah cacing pita berpindah dari saluran pencernaan. Gejalanya bisa berupa demam, timbulnya benjolan atau kista, reaksi alergi, sesak napas, hingga gejala gangguan saraf. ”Bisa sakit kepala, kejang, atau sampai koma jika infeksi sudah menyebar ke kotak,” papar dokter yang tinggal di Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, itu.

Bagaimana mendiagnosisnya? Ajeng menambahkan, dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik dan meninjau area di sekitar anus untuk mencari keberadaan telur atau larva cacing pita. Sering diperlukan pemeriksaan feses lengkap di laboratorium.

”Pemeriksaan ini mungkin perlu 2-3 kali. Pemeriksaan penunjang lain dapat menggunakan rontgen, USG, CT-scan, MRI, dan tes darah,” paparnya. (rpd/far)

 

 

Upaya Pencegahan dan Pengobatan

 

Dokter Ajeng Putih Sekarningrum menyatakan, pencegahan perlu dilakukan agar tidak terinfeksi cacing pita. Mulai dengan kebiasaan yang baik sehari-hari. Misalnya, membiasakan cuci tangan dengan air dan sabun sebelum masak dan makan. Itu sangat membantu mengurangi risiko.

Selain itu, beberapa upaya lain dapat dilakukan untuk mematikan telur cacing pita. Sebelum dimasak, bekukan daging pada suhu minus 35 derajat celcius selama 24 jam. Belum dimakan, masak hingga matang. Paling tidak dengan suhu minimal 65 derajat celcius. Juga cuci bersih sayur dan buah. Kalau dimasak, rebuslah sayuran hingga matang.

”Jaga kebersihan diri dan lingkungan dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Mengonsumsi obat cacing setiap tahun untuk mencegah infeksi dan penyebaran cacing,” tambahnya.

Bagaimana mengobati infeksi cacing pita? Berikan obat pembunuh cacing dalam persediaan tablet minum. Obat itu akan membasmi cacing pita. Cacing akan dikeluarkan bersama tinja.

Salah satu jenis obat yang banyak digunakan untuk cacing pita adalah praziquantel, albendazole, dan niclosamide. ”Obat mana yang akan diberikan dokter? Bergantung jenis dan lokasi terjadinya infeksi cacing pita di dalam tubuh,” teran Ajeng.

Namun, jika infeksi sudah berat atau bila cacing pita sudah menyerang bagian tubuh lain, seperti otak, mata, dan hati, mungkin dibutuhkan penanganan dengan prosedur pembedahan,” tegas Ajeng Putih. (rpd/far)

  Editor : Fandi Armanto
#bahaya cacing pita #cacingan #kesehatan kota probolinggo