Ada sekitar 30 kios di kawasan itu yang perlu direhab. Sebagian masih dipakai untuk kios burung, ikan, dan warung kopi. Tapi, ada juga yang memang kosong. Tidak ditempati. Kondisinya jauh lebih buruk. Mangkrak dan tak terawat. Rehab yang direncanakan pemkot bertujuan agar kawasan itu lebih tertata dan terawat. Kios-kios yang selama ini tak berpenghuni diharapkan bisa ramai lagi.
Plt Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Gustap Purwoko menyatakan, sudah membuat perencanaan matang untuk merehab bangunan itu. Bahkan, perencanaan sudah disiapkan sejak 2019. Namun, pekerjaan konstruksinya batal karena gagal lelang.
”Jadi, kemarin perencanaan yang sudah ada itu kami review dengan melihat kondisi di lapangan terkini. Rencana itu kami sesuaikan,” bebernya.
Baru kemudian proyek itu diajukan masuk proses tender. Gustap berharap, proses lelang bisa berjalan sesuai harapan. Sehingga, rehab bangunan kios itu benar-benar tergarap tahun ini. Pemkot telah menyiapkan anggaran Rp 488 juta untuk proyek itu.
”Yang direhab ya kiosnya, terutama bagian atap-atap yang kerusakan cukup parah,” jelasnya.
Dinas PUPR juga akan memastikan infrastruktur lain yang menunjang kebersihan eks pasar burung itu bisa berfungsi baik. Agar kebersihan lebih terjaga. Tidak kumuh. ”Kami harap bisa terlaksana tahun ini,” pungkasnya. (tom/far) Editor : Fandi Armanto