LEBARAN sudah tinggal hitungan hari. Tentu banyak sekali momen-momen yang sangat berkesan saat bersama keluarga di hari raya. Tak lengkap rasanya bila momen Lebaran yang penuh kesan tersebut tidak diabadikan dengan membuat foto-foto maupun video yang juga berkesan.
Setiap orang tentunya ingin mengabadikan momen spesial seperti Lebaran dengan foto-foto terbaik. Selain bisa dikenang di kemudian hari, foto-foto tersebut juga menambah gairah positif untuk sosial media yang Anda miliki.
Agar hasil fotonya lebih ciamik, memotret momen Lebaran pun tentunya jangan asal-asalan. Ada beberapa tips dan hal-hal yang mesti Anda perhatikan. Apa sajakah itu? Berikut beberapa rekomendasi dan tips memotret momen lebaran agar dokumentasi foto lebaran tahun ini akan kelihatan jadi lebih penuh berkesan. Yuk, simak ulasan di bawah ini.
- Abadikan momen Interaksi Keluarga
Berkumpul bersama keluarga merupakan momen terpenting saat Lebaran. Abadikan momen suasana maupun interaksi antar keluarga Anda di rumah. Mulai bercanda, bercengkerama, hingga santap menu lebaran bersama. Agar lebih berbeda dan lebih menarik, potretlah momen ini senatural mungkin.
- Kurangi gaya berpose
Gaya berpose memang sudah menjadi hal umum dalam setiap foto bersama. Apalagi saat momen lebaran. Anda juga tak perlu harus meninggalkan pose bergaya menghadap kamera saat memotret keluarga di rumah. Akan tetapi, Anda juga perlu menambahkan model gaya baru. Yakni dengan fotogenik. Caranya cukup mudah. Yaitu dengan hanya mengurangi atau menghindari pose gaya. Dengan pose foto tidak menghadap kamera membuat hasil jepretan bakal terlihat tidak membosankan. Interaksi obyek dalam foto tersebut akan lebih terasa dan lebih berkesan nantinya. Untuk lebih mempermudah, gunakan tripod dan aktifkan timer agar Anda bisa terfoto bersama seluruh anggota keluarga.
- Tentukan spot yang pas
Foto keluarga biasanya dilakukan di dalam rumah. Nah, agar hasilnya bagus, pilihlah lokasi ruang yang lebih luas untuk menghindari himpitan antarorang. Sebab, saling berhimpitan tentu akan membuat tidak nyaman, sehingga ekspresi ceria dan alami sulit keluar. Untuk menghindari himpitan itu Anda juga bisa memilih halaman ataupun taman rumah sebagai alternatif lokasi pilihan. Selain lebih mendapatkan cakupan cahaya yang cukup, foto outdoor juga bisa mengurangi penggunaan flash. Sehingga kesan natural foto akan benar-benar Anda dapatkan.
- Atur Jarak
Mengatur jarak saat foto bersama ini boleh dikata sangat penting. Sebab bila tak diatur, tentu komposisi takkan terlihat menarik. Cobalah atur sedemikian rupa agar komposisi pose keluarga terlihat rapi. Biasanya yang paling tinggi berada di paling ujung kanan dan kiri atau belakang. Sementara yang kecil berada di posisi depan atau tengah. Dan untuk orang yang dituakan bisa disediakan kursi untuk duduk palung tengah. Ajak semua anggota keluarga untuk mengangkat sedikit dagu, tersenyum, dan melihat ke kamera agar seluruh wajah mereka terlihat jelas di dalam foto.
- Komunikatif
Tak sedikit foto keluarga ditemui kurang menarik hanya lantaran kurang adanya komunikasi. Kurangnya komunikasi dapat membuat foto jadi terlihat tidak kompak atau juga salah pose. Jadi, sebaiknya Anda diharapkan lebih bisa mengarahkan seluruh anggota keluarga saat sebelum menekan tombol shutter. Arahkan untuk pose bergaya, pose santai, ceria, maupun pose resmi dengan menghadap kamera. Jangan lupa pakai aba-aba juga ya.
Oh iya, untuk mencipakan suasana makin terlihat akrab, Anda juga bisa membuat lelucon atau berpose konyol untuk mengembalikan energi seluruh anggota keluarga.
- Manfaatkan properti Lebaran
Agar lebih foto lebih terlihat tematik, gunakanlah properti yang ada di rumah. Properti bisa berupa hidangan atau juga kue lebaran, seperti ketupat, opor ayam atau juga beragam menu lebaran lainnya.
Nah, itulah beberapa rekomendasi sekaligus tips yang bisa Anda gunakan untuk memotret di hari Lebaran bersama keluarga nantinya. Semoga ulasan ini bermanfaat dan menjadikan kenangan momen hari raya Idul Fitri Anda bersama keluarga menjadi lebih hangat, akrab dan berkesan. Selamat mencoba... (ube/fun) Editor : Jawanto Arifin