Salah satu penjual beras kemasan adalah Badrus, warga Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Dia baru tahun ini menyediakan beras zakat mulai dari ukuran 2,5-3 kilogram.
“Sejak puasa sampai saat ini sudah terjual 4 kuintal beras zakat. Tidak hanya pembeli perorangan dalam jumlah kecil. Ada juga yang dalam jumlah besar. Beli 40 sak dengan berat masing-masing 3 kilogram,” ujar Badrus.
Kebanyakan, kata Badrus, para pemesan memilih beras zakat 2,7-3 kilogram. “Kalau yang 2,5 kilogram jarang,” tambahnya.
Alasan jarang yang membeli beras 2,5 kg karena ada pandangan bahwa beras 2,5 kilogram masih terlalu sedikit untuk beras zakat. Sehingga lebih baik dilebihkan dan dianggap sebagai sodaqoh. “Makanya banyak yang beli 2,7-3 kilogram,” terangnya.
Harganya pun terbilang terjangkau. Mulai Rp 23 ribu untuk beras 2,5 kilogram, Rp 25 ribu untuk beras 2,7 kilogram dan Rp 27 ribu untuk beras 3 kilogram.
Tidak hanya Badrus yang banyak menerima pesanan beras zakat, Nur Laily, 35, warga Kebonsari Kulon juga menerima pesanan beras zakat . “Sejak awal Ramadan, sudah banyak yang pesan beras zakat. Tapi banyak yang minta diantar H-7 Idul Fitri. Untuk pengiriman H-7 sudah dipesan 5 kuintal beras zakat,” terangnya.
Nur Laily mengemas berasnya dalam 3 ukuran yaitu 2,7 kg, 3 kg dan 5 kg. Dia tidak mengemas ukuran 2,5 kilogram karena dinilai terlalu sedikit untuk beras zakat. “Paling banyak dipesan ukuran 3 kg. Ada yang pesan sampai 50 bungkus beras ukuran 3 kilogram,” terangnya.
Sampai saat ini pembeli beras zakat juga banyak yang berdatangan. Pemesanan rata-rata dari media sosial media. “Sehari bisa menjual paling banyak 10 pack di luar pesanan yaa,” terangnya. (put/fun) Editor : Jawanto Arifin