Minggu (25/4), dinas kesehatan menyatakan sudah mengisolasi tiga orang tenaga kerja yang baru pulang dari luar negeri. Masing-masing dari Brunei, Jepang, dan Malaysia. Ada yang pulang karena ingin merayakan Lebaran bersama keluarga. Ada pula yang menjenguk orang tua sakit. Ketiganya sekarang berada di Balai Latihan Kerja (BLK) Rejoso.
”Jangan sampai para pekerja migran itu membawa virus Covid-19,” kata Kepala Dinkes Ani Latifa pada Selasa (27/4).
Kepala Disnaker Kabupaten Pasuruan Tri Agus Budiharto memastikan jumlah PMI yang tercatat hanya sekitar 50 orang. Mereka bekerja keluar negeri lewat jalur resmi. Data PMI resmi itu sebenarnya menunjukkan Kabupaten Pasuruan bukanlah kantong PMI.
Namun, yang tidak melewati prosedur resmi diperkirakan masih lebih banyak. ”Tentu kami terus mengantisipasi kedatangan mereka,” katanya.
Disnaker, lanjut Tri Agus, terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan. Para buruh migran yang baru tiba harus melewati prosedur kedatangan.
”Mereka tidak akan langsung pulang ke daerah,” jelasnya.
Bahkan, sebelum masuk Pasuruan pun, buruh migran itu harus melalui tahap-tahap di tingkat Jawa Timur. Misalnya, ada tes swab di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Surabaya.
Yang positif dikarantina di Jatim. Yang negatif boleh pulang ke daerah. Di tingkat kabupaten pun ada prosedur karantina lagi. Baik yang hasil tesnya negatif maupun positif. ”Semua dikarantina,” ujar Tri Agus. (sid/far) Editor : Fandi Armanto