“Sudah turun harga cabai rawit. Sekarang saya jual Rp 45 ribu, yang hijau Rp 15 ribu per kg,”ujar Susianti,50, pedagang di Pasar Baru Probplinggo.
Susianti mengaku mendapat barang dengan harga yang lebih murah. Sehingga dia pun menyesuaikan dengan harga yang baru.
“Saya sempat jual cabai rawit Rp 115 ribu per kg di bulan Februari, karena stoknya tidak ada. Pedagang d ibatasi cuma dapat 10 kg. Sekarang sudah bisa dapat lebih banyak dengan harga yang lebih murah,” ujarnya.
Susianti mengaku mendapat dari tengkulak di Gending. “Kulak Rp 40 ribu jual Rp 45 ribu. Kalau yang sudah dibersihkan tangkainya Rp 50 ribu per kg,” ujarnya.
Dengan memasuki bulan Ramadan, permintaan cabai rawit juga meningkat. Terutama untuk cabai rawit hijau. “Cabai rawit hijau ini banyak dipesan penjual gorengan. Sekarang ini banyak yang pesan takjil ke penjual gorengan. Cabai rawit hijau saja bisa habis 10 kg jual setiap hari selama ramadhan,” ujarnya.
Turunnya harga cabai rawit juga telah dilakukan oleh pedagang di kawasan permukiman. “Sekarang saya jual seperempat kilogram cabai rawit Rp 14 ribu, sebelumnya pernah jual Rp 25 ribu. Sekarang memang sudah turun harga dari pasar, makanya saya jual ecer lebih murah,” ujar Siti Aminah,50, warga Kelurahan Kanigaran, Kecamatan kanigaran, Kota probolinggo.
Siti membeli cabai rawit di pasar wnoasih untuk dijual kembali dalam kemasan seperempat kilogram. Cara ini lebih praktis karena tidak perlu mnimbang kembali.
“Yang beli banyak kok. Setiap hari saya beli cabai rawit 5 kg, biasanya tinggal ¼ kg atau setengah kilogram saja. Artinya kan permintaan masih tinggi di bulan puasa ini,” tambahnya. (put/fun) Editor : Jawanto Arifin