Dengan sorot matanya yang berhadapan dengan kamera, akan menghasilkan foto portrait yang sangat sempurna untuk menggambarkan karakter objek tersebut. Memotret objek dari samping pun tidak akan mengurangi karakter sebuah foto, bahkan kita bisa menemukan angle foto yang berbeda dan menarik.
Karya foto portrait bisa membuat kita berusaha menyampaikan karakter dengan apa adanya. Berbeda dengan foto lainnya seperti foto model yang dituntut berpose semaksimal mungkin. Foto portrait merupakan ungkapan suasana jiwa individu yang tergambarkan perasaannya dalam sebuah foto.
Inilah tips Memotret Foto Portrait
- Komunikasi: Usahakan berkomunikasi dahulu agar kita saling kenal dengan objek yang akan kita foto. Tak kenal maka tak sayang, saling kenal maka akan tercipta suasana yang cair dan bersahabat. Dengan begitu, objek pun menjadi nyaman dan tentunya akan tampak ekspresi santai dan rileks sehingga akan meghasilkan foto yang bagus.
- Sabar: Selain komunikasi, kesabaran dalam memotret sangat dibutuhkan. Sebab, memotret foto portrait tidak perlu tergesa-gesa. Dengan harapan foto yang dihasilkan akan menjadi sempurna dan pesan serta karakter objek tersampaikan dalam bentuk foto.
- Komposisi: Memperhatikan komposisi dan menempatkan subjek 1/3 pada bagian frame. Tidak menempatkan subjek pada 1/3 pada bagian frame, juga tidak masalah dengan catatan foto itu memang benar-benar bagus. Artinya, fotografer hars berani melakukan eksperimen komposisi.
- Lokasi atau tempat: Menentukan tempat atau lokasi memang harus diperhatikan. Sebab, lokasi menentukan baik tidaknya sebuah foto. Jikalau lokasi atau tempat itu background-nya jelek, maka disarankan untuk pindah dan mencari lokasi dengan background yang bagus tanpa ada gangguan.