Kepala UPT BLK Ali Imron mengatakan, sama dengan tahun sebelumnya, pihaknya kembali mengajukan 27 paket pelatihan yang sumber dananya dari APBN dan 4 paket pelatihan yang sumber dananya dari APBD. Namun, hingga pekan terakhir di Januari ini, baru paket pelatihan dari APBN yang sudah mendapatkan kepastian.
Meski begitu, pihaknya tetap sudah mulai membagi jumlah paket yang ada ke dalam beberapa jenis pelatihan. Mulai dari las, menjahit, bordir, dan operator komputer.
“Sementara yang ada itu paket yang dari APBN. Tapi sambil lalu kami sudah membaginya ke beberapa jenis pelatihan,” ujarnya.
Ia menduga, belum adanya kepastian terkait paket pelatihan yang sumber dananya dari APBD tidak terlepas dengan adanya pandemi Covid-19 ini. Hal tersebut tidak terlepas dari pengalamannya pada tahun lalu, di mana paket pelatihan yang sumber dananya dari APBD juga ikut terkena recofusing untuk penanganan wabah.
“Tahun lalu memang sempat ada penarikan paket, baik yang dari APBN maupun APBD. Tapi tetap kejelasannya untuk yang APBD akan terus kami koordinasikan,” ujarnya.
Sementara menunggu kepastian paket pelatihan yang dari APBD, pihaknya kini sudah resmi membuka pendaftaran bagi warga yang ingin mengikuti pelatihan tersebut. Karena nantinya mereka pasti akan tetap mengikuti pelatihan melalui sumber dana pelatihan yang dari APBN.
“Sudah kami buka pendaftaran, syaratnya bawa fotocopy KTP dan KK. Untuk pas fotonya bisa langsung di sini,” ujarnya. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin