Penegasan ini disampaikan Wakil Wali Kota Probolinggo Moch Soufis Subri, setelah mengikuti forum diskusi Pelayanan Publik, Rabu (6/10). “Pemprov Jatim menganggarkan Rp 2 Triliun untuk membangun trestle sepanjang 1,4 km,” tuturnya.
Dengan pembangunan ini, kapal besar pun bisa sandar Sampai dengan kedalaman 200 meter. Termasuk kapal pesiar. Mereka tidak perlu lagi menurunkan penumpang dengan kapal kecil.
Subri panggilannya menjelaskan, Pelabuhan Probolinggo kondisinya jauh lebih baik dibandingkan pelabuhan Tanjung perak. Selain arus ombak kecil, sedimentasinya juga rendah.
“Jadi kondisi Pelabuhan Probolinggo ini ideal untuk dikembangkan lagi kawasannya. Bahkan investor pun sudah ada yang berniat masuk ke kawasan pelabuhan untuk mengembangkan kompleks pergudangan,” terangnya.
Menurut Subri, sudah ada investor yang mengajukan proposal investasi dengan anggaran Rp 20 Triliun di kawasan pelabuhan seluas 400 hektar. Rencananya, investor itu akan membangun kompleks pergudangan.
Politis Demokrat ini menjelaskan, pengembangan kawasan pelabuhan ini berdampak secara tidak langsung kepada warga Kota Probolinggo. Salah satunya adalah menggerakkan ekonomi Kota Probolinggo.
“Di wilayah selatan akan fokus pada pelayanan kesehatan dan pembangunan kawasan pasar agro. Di wilayah tengah itu, pusat perdagangan. Sedangkan di wilayah utara ini pengembangan kawasan pelabuhan,” ujar Subri.
“Dampak lain dari pengembangan kawasan pelabuhan ini adalah menyerap lapangan kerja baru bagi masyarakat,” tambahnya. (put/fun) Editor : Jawanto Arifin