Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Viral Dangdutan Abai Prokes, Diduga Digelar Satlantas Polres Pasuruan

Jawanto Arifin • Senin, 5 Oktober 2020 | 13:30 WIB
Photo
Photo
PASURUAN, Radar Bromo - Sebuah video dangdutan yang diduga digelar oleh anggota Satlantas Polres Pasuruan, viral di media sosial. Video itu menjadi pembicaraan karena sebagian besar dari peserta dangdutan mengabaikan protokoler kesehatan (prokes).

Bukan hanya abai dalam menjaga jarak. Tetapi juga, lalai dalam penggunaan masker. Pandangan miring atas kegiatan itu pun bermunculan.

Dari video yang beredar, acara dangdutan itu digelar untuk pisah sambut Kasatlantas Polres Pasuruan. Hal itu terpampang dalam banner yang menjadi background kegiatan.

Banner tersebut bertuliskan malam keakraban Satlantas Polres Pasuruan. Kebetulan, pucuk pimpinan Satlantas Polres Pasuruan memang berganti. Jabatan yang semula diisi oleh AKP Dwi Nugroho kini berpindah ke AKP Andika Lubis.

Dalam video yang sama, sejumlah anggota berseragam cokelat asik berdangdut ria bersama biduan. Ada pula yang tak memakai seragam dinas. Bukan hanya bergerombol, tetapi juga banyak dari mereka yang tak memakai masker.

Video itu pun memicu cibiran dari masyarakat. Seperti yang diungkapkan Fanika, 34, salah satu warga Kabupaten Pasuruan. Ia menilai, apa yang terekam tersebut sangat jauh dengan apa yang didengungkan petugas selama ini.

"Wong cilik dioprak-oprak razia setiap hari. Dirinya sendiri (polisi, red) ternyata pesta," ungkap dia.

Viralnya video ini pun menjadi perhatian legislatif. Anggota Pansus Perceparan Penanganan Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan, Rudi Hartono berharap, ada klarifikasi dari institusi terkait video tersebut. Hal ini dimaksudkan agar tidak memicu pandangan negatif dari masyarakat terhadap petugas serta pemerintah.

"Kami ingin memperoleh kejelasan supaya persoalan tersebut tidak semakin liar. Karena dengan beredarnya video itu bisa mengurangi kepercayaan masyarakat kepada pemerintah atau petugas yang berjuang keras menghalau penyebaran korona. Kami kan hanya mendapat video itu sepotong. Tidak tahu secara utuh kegiatan tersebut sepenuhnya," sampainya.

Rudi menambahkan, sudah meminta pimpinan pansus untuk bersikap. Yakni dengan memanggil institusi terkait agar memberi kejelasan atas video tersebut.

Sayangnya, belum ada klarifikasi atas beredarnya video viral itu. Wartawan Jawa Pos Radar Bromo beberapa kali menghubungi Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan melalui sambungan seluler. Namun, yang bersangkutan tak merespons.

Konfirmasi juga dilakukan pada Kasubaghumas Polres Pasuruan, AKP Hardi melalui sambungan seluler. Namun, kondisinya sama. Beberapa kali dihubungi, tak ada jawaban dari yang bersangkutan. (one/fun) Editor : Jawanto Arifin
#sertijab kasatlantas polres pasuruan #Satlantas Polres Pasuruan #viral video dangdut