Syukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya saja namun kerugian materiil (kermat) yang dialami oleh pemilik diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kebakaran ini diketahui terjadi sekitar pukul 12.10. Siang itu, pemilik, H. Ubaidillah berada sendirian di dalam rumahnya yang berada di timur gudang tersebut. Tiba tiba ia mendengar teriakan ada kebakaran oleh penguna jalan yang berhenti di depan rumah korban di Jalan Raya Rejoso. Seketika korban keluar dari rumah nya dan melihat gudang penyimpanan rongspkan dan besi tua terdapat kobaran api.
Api terlihat berkobar di blok tumpukan biji plastik. Namun karena di dalam gudang tersebut banyak bahan yang mudah terbakar, api dengan cepat merambat ke seluruh areal gudang.
Kepanikan sempat terjadi. Pasalnya lokasi gudang dan rumah milik H. Ubaidillah ini terdapat banyak mobil dan bus dari barang bukti (bb) kecelakaan sebab lokasi ini dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan BB oleh Polres Pasuruan Kota.
Warga yang melintas pun ikut membantu memadamkan api. Mereka menggunakan timba dan peralatan yang ada untuk memadamkan api dengan memanfaatkan air dari saluran drainase yang berada di depan rumah korban.
Bahkan secara gotong royong, warga juga sempat melakukan proses evakuasi mobil mercedes warna putih milik H. Ubaidillah yang diparkir di dekat gudang yang terbakar dengan cara diangkat menggunakan tangan. Mobil ini lantas dipindah sekitar 100 meter dari gudang.
"Saya tidak tahu penyebab kebakarannya. Cuma saya tahunya setelah mendengar ada teriakan kebakaran dari warga yang melintas. Ternyata gudang yang biasa digunakan untuk menyimpan rongsokan dan besi tua terbakar," ungkap H. Ubaidillah.
Namun upaya warga tidak membuahkan hasil. Api malah semakin membesar karna banyaknya barang yang mudah terbakar dan kencangnya tiupan angin. Dan tidak lama kemudian dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Proses pemadaman sendiri berjalan lancar dan berlangsung hingga dua jam. Api baru berhasil padam secara menyeluruh sekitar pukul 14.20. Namun gudang berukuran 6×8 meter ini tidak bersisa. (riz/fun) Editor : Fandi Armanto