Peristiwa itu diketahui terjadi Jumat (18/9), pukul 10.00. Saat itu, mahasiswa semester delapan Uniwara Pasuruan ini baru selesai kuliah. Dia pun hendak pulang ke rumahnya di Desa Pasinan, Kecamatan Lekok.
Ia pulang melewati ruas jalan menuju markas Puslatpur TNI AL dengan mengendarai motor. Setibanya di pertigaan dekat markas Puslatpur, tiba-tiba ia merasakan kaki kirinya panas.
Saat itu juga, Alif melapor pada petugas di markas Puslatpur TNI AL. Tak lama kemudian, ia dibawa ke RSUD Grati untuk menjalani pengobatan. Dan benar saja, di betis kirinya ditemukan proyektil peluru.
Proyektil pun dikeluarkan dengan pembedahan. Kakinya dijahit sepanjang lima sentimeter karena hal ini. Usai proyektil dikeluarkan, Alif langsung pulang ke rumah dengan diantar petugas Puslatpur TNI AL.
Alif mengaku menerima peristiwa ini sebagai musibah. Dia pun menegaskan tidak akan menuntut siapapun atas kejadian yang dialaminya.
Apalagi, Puslatpur menurutnya menyanggupi untuk membantu biaya pengobatan atas luka yang dialaminya hingga sembuh. Namun, ia berharap tidak ada orang lain yang terkena peristiwa serupa.
"Pas saya lewat dekat markas Puslatpur, kaki saya terasa panas. Saya curiga kaki saya kena peluru. Ternyata memang benar. Saya lapor dan langsung mendapatkan penanganan. Pihak Puslatpur berjanji untuk membantu pengobatan saya," ungkapnya.
Pasi Intel Kolatmar TNI AL Letkol Marinir Suprihatin membenarkan peristiwa tersebut. TNI AL pun menurutnya tidak lepas tanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Pihaknya akan membantu pengobatan korban sepenuhnya, termasuk biaya pengobatan hingga korban sembuh. Pihaknya bahkan sudah mendampingi korban ke RSUD Grati untuk menjalani pengobatan.
"Memang betul. Tapi korban sudah dibantu pihak TNI AL, mulai dari mengantar ke RSUD Grati sampai dengan proses pengobatan di RSUD Grati, kami dampingi. Korban dibantu sepenuhnya. Rencana Selasa juga akan dijemput dan diantar lagi untuk kontrol," ungkapnya. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin