Ia harus kehilangan istrinya, Yema Susilowati, 32, untuk selama-lamanya. Itu setelah mobil yang mereka tumpangi, disasak kereta api.
Ceritanya bermula, saat keduanya hendak pulang dari kulakan sayur di Pasar Porong, Sidoarjo. Mereka menumpangi mobil Suzuki Splash bernopol N 559 VH.
Mereka tak hanya berdua. Sebab, mereka mengajak serta buah hatinya, Muhammad Rakha Attallah Gibran, 5. Rokhim duduk dibagian kemudi. Sementara istrinya, Yema, berada disampingnya. Sedangkan Rakha, berada di jok belakang.
Mulanya, semuanya berjalan tanpa masalah berarti. Hingga mereka sampai di Beji. Saat itu, mereka bermaksud untuk menuju rumah, melewati jalan Yonkav-Sidowayah.
Saat melintas dari arah barat, mereka berhasil menyebrang dengan baik. Hingga kemudian, mereka hendak melewati perlintasan rel KA di Yonkav 8 Beji. Masalah tak diharapkan terjadi.
Entah karena kurang memperhatikan lajur kereta, Rokhim langsung tancap gas, untuk melewati perlintasan KA yang tak berpalang pintu tersebut. Ironisnya, saat berada di tengah, mesin mobilnya mendadak mati.
Dalam sekejap, kereta komuter jurusan Bangil-Surabaya langsung menyambar. "Kejadiannya, sekitar pukul 14.00. Mobil dari arah barat. Kemudian hendak menyebrang, tapi di tengah mendadak berhenti. Saat itu, ada kereta dari arah timur dan langsung menabrak," ungkap Widodo, warga Beji.
Sambaran keras mesin baja nomor CC 2017701 yang dimarsinisi Danang Bashofi membuat mobil splash terseret hingga 50 meter. Mobil kemudian terpelanting di tepi rel.
Kejadian itu, membuat Yema meregangnyawa di lokasi kejadian. Sementara, Rokhim menderita luka berat. Keduanya dilarikan ke RS Pusdik Watukosek, Gempol.
Sedangkan Rakha, dilarikan ke RS Masyitoh setelah menderita luka ringan pada bagian belakang kepalanya. "Anaknya langsung keluar dari mobil. Sementara ibu dan ayahnya, berada didalam mobil," imbuhnya. (one/mie) Editor : Muhammad Fahmi