Pelaksana harian Kepala Puskesmas Kedopok drg Novikha tidak membantah kabar tersebut. “Memang ada tiga dokter internship yang dinyatakan positif. Mereka bertugas tidak lama di sini, sejak pertengahan Agustus 2020 setelah sebelumnya bertugas di RSUD dr Mohamad Saleh,” ujarnya.
Namun, Novikha memastikan bahwa tiga dokter internship ini tidak bertugas memeriksa pasien di Puskesmas Kedopok. “Mereka lebih banyak membantu di puskesmas pembantu, kalau pemeriksaan pasien tidak,” terangnya.
Meski demikian, Puskesmas Kedopok tetap buka seperti biasa. Sebab, semua kontak erat ketiga dokter itu sudah dites swab dan hasilnya negatif. “Puskesmas memang tidak ditutup karena orang kontak erat dengan tiga dokter telah di-swab dan hasilnya negatif. Selain itu, juga sudah terhitung 14 hari setelah masa inkubasi,” terangnya.
Tidak hanya di Puskesmas Kedopok. Tiga pegawai di Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Kota Probolinggo juga dinyatakan positif Covid-19.
Namun, Kepala Dispertahankan Sudiman saat dikonfirmasi enggan berkomentar banyak tentang hal itu. “Informasi itu lebih baik langsung ke Dinas Kesehatan saja. Kegiatan kantor tetap berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” terangnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP2KB) Kota Probolinggo membenarkan enam orang positif Covid-19. Yaitu, tiga dokter internship dan tiga pegawai di Dispertahankan. Tiga di antaranya, menurut Kepala Dinas dr. NH Hidayati, sedang menjalani isolasi mandiri.
“Tiga dokter internship ini baru pertengahan Agustus pindah tugas dari RSUD dr Mohamad Saleh ke Puskesmas Kedopok. Baru pada akhir Agustus itu terkonfirmasi positif. Saat ini menjalani isolasi mandiri,” ujarnya, kemarin (8/9).
Meski demikian, Ida –panggilannya- menegaskan, Puskesmas Kedopok tidak tutup. Menurutnya, kondisinya berbeda dengan Puskesmas Ketapang yang pernah ditutup karena seorang nakesnya positif Covid-19.
Di Puskesmas Ketapang, menurut Ida, kontak erat pasien positif terjadi hampir di semua bagian puskesmas. “Karena itulah, akhirnya Puskesmas Ketapang ditutup,” tuturnya.
Sedangkan di Puskesmas Kedopok, tiga dokter internship ini bertugas di poli umum saja. Ketika terkonfirmasi positif, semua yang kontak erat langsung dites swab dan hasilnya negatif.
Ida pun membenarkan ada tiga pegawai Dispertahankan yang positif Covid-19. Namun, kantor Dispertahankan juga tetap buka. Sebab, ketiganya tidak punya kontak erat dengan pegawai di kantor tersebut.
“Saat itu satu orang sedang dirawat di RSUD dan diketahui positif. Dia sudah pulang sekarang dan isolasi mandiri. Satu lainnya gejala ringan dan satu lagi tanpa gejala. Semuanya melakukan isolasi mandiri,” terangnya.
Ketiga pegawai ini, menurut Ida, adalah petugas lapangan. Mereka tidak ada kontak erat dengan pegawai di kantor Dispertahankan. “Kalau di-tracing prosesnya panjang, apalagi mereka ini adalah petugas lapangan,” tambahnya. (put/hn) Editor : Jawanto Arifin