Abdul Hanan, warga Desa Kropak, Kecamatan Bantaran Mengatakan, dirinya sebagai relawan peduli sungai melakukan kegiatan bersih-bersih sungai bersama dua mahasiswa yang tengah Kuliah Kerja Nyata (KKN). Saat bersih-bersih, banyak ditemukan tumpukan popok (diapers) yang dibuang di sungai, baju bekas di sungai. Nah, semua sampah-sampah itu diangkat ke tepi sungai untuk dikeringkan lebih dulu.
”Rencananya, sampah-sampah itu kami bersihkan dari sungai dan diamkan lebih dulu supaya kering. Baru Jumat depan (28/8), akan dibakar atau diangkut ke tempat pembuangan sampah,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Nah, saat membersihkan sampah dari sungai itu, lanjut Hanan, ada temannya menemukan satu kantong plastik hitam. Saat dibuka, ternyata berisi sampah medis. Di antaranya ada jarum suntik lengkap dengan suntikannya, botol tempat cairan suntikan dan sampah medis lainnya.
Dirinya terkejut, karena sampah medis ditemukan di sungai. Padahal, sampah medis cukup berbahaya dan pemusnahannya harus ditangani tersendiri.
”Karena saya dan teman-teman tidak tahu harus diapakan, maka sampah medis itu kami pisahkan dengan sampah lainnya. Tapi saya tidak berani membawa pulang. Jadi saya tetap amankan sampah medis itu dekat tumpukan sampah lainnya,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi saat dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan laporan adanya temuan sampah medis di sungai tersebut. Pihaknya akan memerintahkan petugas DLH untuk mengecek ke lokasi. Sebab, bahayanya sampah medis tidak bisa dibakar atau dipendam. Harus ada perlakuan khusus.
”Nanti saya akan suruh cek dulu, bagaimana tindak lanjutnya, tunggu laporan di lapangan,” ujarnya. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin