Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Misbakhun: Koalisi Golkar-PKB 99,9%, Gus Ipul-Adi Wibowo Menguat

Jawanto Arifin • Sabtu, 25 Juli 2020 | 14:17 WIB
Photo
Photo
PANGGUNGREJO, Radar Bromo–Peluang terjalinnya kembali koalisi Partai Kebangitan Bangsa (PKB) dengan Partai Golkar pada Pilwali Pasuruan 2020 terbuka lebar. Kedua parpol itu saat ini bahkan sudah menyiapkan figur-figur yang bakal diusung.

Dari kasak-kusuk yang beredar, sosok mantan Wakil Gubernur Jawa Timur 2 periode, M Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, bakal disandingkan dengan Adi Wibowo. Yaitu kader Partai Golkar.

Tokoh Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mengakui, selama ini komunikasi politik Partai Golkar dengan PKB sudah terjalin sangat baik. Tidak hanya komunikasi sejajar. Bahkan juga ada komunikasi silang antar pengurus di tingkat kota, provinsi hingga pusat dari kedua parpol.

“Dan Golkar sudah mendekati final. Tinggal sedikit saja yang perlu diselesaikan. Insyaallah, Golkar akan sama-sama dengan PKB. Seperti saat mengusung Pak Hasani dan Pak Setiyono pada 2010,” ungkap Misbakhun dalam webinar bersama PWI Pasuruan, kemarin.

Dia juga mengungkapkan alasan Partai Golkar membangun koalisi besar di Pilwali 2020. Menurutnya, perolehan kursi Golkar di parlemen sebenarnya mencapai 20 persen. Sudah memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon tanpa koalisi.

“Tapi kami ingin ada kegotongroyongan, kebersamaan, dan perasaan persatuan di situasi pandemi ini,” ungkapnya.

Tak hanya dengan PKB, Misbakhun juga menyebut bahwa komunikasi politik dengan parpol lain juga terjalin. Seperti Partai Gerindra, PKS, PAN dan PPP. Walaupun, kata dia, tak semua komunikasi itu berjalan sebagaimana yang diharapkan.

“Tapi, saya pastikan komunikasi Golkar dengan PKB saat ini sudah 99,9 persen. Mudah-mudahan Allah meridoi dan figur yang kami usung bisa diterima oleh teman-teman parpol yang akan masuk dalam koalisi,” bebernya.

Berbicara figur, Misbakhun juga menjelaskan keinginan partainya mendorong M Nailur Rohman untuk masuk dalam arena politik. Namun, ulama yang akrab disapa Gus Amak itu memastikan dirinya tak maju dalam Pilwali 2020.

Karena itu, harus ada figur lain yang menjadi alternatif untuk diusung. Di sinilah, Misbakhun menyinggung nama Gus Ipul yang tengah ramai diperbincangkan saat ini.

“Saya sudah komunikasi intensif dengan beliau. Saya harap dengan majunya Gus Ipul di Pilwali berdampak mengangkat kembali pamor Kota Pasuruan. Partai Golkar menginginkan kader kami, mas Adi Wibowo duduk sebagai wakil beliau,” sebutnya.

Munculnya sosok Adi Wibowo belakangan ini juga bukan tanpa alasan. Menurut Misbakhun, kader Golkar yang sekarang duduk di kursi parlemen masih harus berproses dalam politik lokal. Di samping mereka yang notabene figur baru, lanjut Misbakhun, mengelola politik juga bukan hal mudah.

Sehingga dia meminta kader Golkar yang menjadi anggota DPRD Kota Pasuruan untuk menambah jam terbang, membangun jaringan, serta membangun komunikasi politik yang baik. “Supaya nanti Golkar bisa memetik mereka sebagai kader yang berpengalaman. Nah, proses ini butuh waktu, pengalaman yang tidak bisa diekstrak itu kan waktu,” ujarnya.

Sementara itu, kematangan Gus Ipul dalam berpolitik diyakini sudah tak perlu diragukan. Sebagai mantan Menteri yang juga pernah duduk di kursi Wakil Gubernur, Gus Ipul disebut sudah memiliki kapasitas kepemimpinan yang baik. (tom/mie) Editor : Jawanto Arifin
#pilwali pasuruan 2020 #pkb kota pasuruan #koalisi golkar-pkb #Adi Wibowo #pilwali pasuruan #golkar pasuruan #gus ipul