Pantauan Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, areal tanam tembakau di wilayah Kecamatan Sukapura tidaklah luas. Realisasi hingga akhir Juni sekitar 5 hektare sudah mulai panen. Meskipun mulai ditanam di ujung musim hujan, hasil panen tembakau wilayah Sukapura cukup bagus.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono melalui Kabid Perkebunan Nurul saat dikonfirmasi mengatakan, rencana luas areal tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo tahun ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Yaitu, 10.774 hektare.
”Luas areal tanam tembakau sama dengan tahun 2019. Karena kami tidak bisa paksa petani untuk menanam tembakau semua,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Nurul menjelaskan, untuk musim tanam tahun ini, para petani di 7 wilayah kecamatan, areal tanam terluas baru mulai tanam bulan Juni. Mengingat, ada pergeseran musim yang terjadi dan faktor cuaca sangat berpengaruh pada masa tanam tembakau. Karena itu, sebagian besar petani tembakau baru mulai tanam bulan Juni.
”Tetapi, ada juga di wilayah Sukapura yang sudah beberapa bulan lalu mulai tanamnya. Malahan kemarin (Juni) sudah mulai banyak yang panen,” katanya.
Nurul mengaku, saat monitoring tanam tembakau ke wilayah Sukapura beberapa hari lalu, tampak tanaman tembakau sudah tinggi. Sebagian sudah mulai dipanen. Hasil panen tembakaunya bagus. Itu, tentu pengaruh dari sistem tanam dan saluran airnya. Sehingga, tidak ada genangan air meski sempat turun hujan.
”Waktu kami monitoring, petani sudah banyak mulai panen dan jemur daun tembakau. Hasil panennya juga bagus. Realisasi panen di wilayah Sukapura sekitar 5 hektare,” ujarnya. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin