Rivalitas Zulkifli Chalik dengan HM Buchori kembali terjadi, selang lima tahun kemudian. Sebab, Zulkifli kembali mencoba kembali ikut kontestasi di pilwali 2014. Saat itu, Zulkifli Chalik menggandeng (alm) Maksoem Subani. Nah, lawannya adalah Rukmini, yang tak lain istri Buchori. Dalam kontestasi itu, Rukmini yang menggandeng Suhadak, menang.
Nah, selang 1 dekade, rivalitas antara HM Buchori dan Zulkifli Chalik, mencair. Keduanya bahkan melakukan pertemuan Minggu malam (21/6) di Cafe Bell Paper. Pertemuan itu bak reuni bagi keduanya, dan suasananya gayeng.
Kontan saja pertemuan antara Buchori dan Zulkifli yang foto yang tersebar di sejumlah sosial media, menjadi perbincangan khalayak. Apalagi, pertemuan itu juga dihadiri beberapa tokoh politik. Seperti Zulfikar Imawan ketua DPC Partai Nasdem Kota Probolinggo; Ketua DPC PPP Kota Probolinggo David Rosidy dan Ketua DPC Golkar Audi Firmana. Audi hadir karena mendampingi ayahnya Zulkifli Chalik.
Saat dikonfirmasi, Audi Firmana membenarkan adanya pertemuan tersebut. Namun pertemuan tersebut tidak membahas politik.
“Betul, tapi hanya membahas kegiatan sehari-hari saja. Tidak ada pembahasan politik sama sekali ujarnya,” ujarnya. Pembahasan itu berlangsung 1 jam dengan suasana santai.
Hal senada juga diungkapkan HM Buchori. Mantan wali kota Probolinggo dua periode ini menjelaskan, pertemuan tersebut berjalan santai dan jauh dari pembahasan soal politik. “Pembahasan yang santai seperti kesehatan, bisnis. Termasuk pentingnya membangun Hablum Minanas, tidak ada pembahasan soal politik,” ujarnya.
“Memang yang hadir disana beberapa tokoh partai seperti Iwan (Nasdem), David Rosidi (PPP) dan Audi(Golkar) tapi tidak membahas politik,” tambahnya.
Buchori melihat, pertemuan dengan Zulkifli ini adalah pertemuan teman lama sekaligus reuni untuk pertama kali setelah 16 tahun. “Di usia yang sudah sepuh ini, memang baiknya membangun hubungan baik kembali. Meskipun lama kami berdua berada di sisi yang berlawanan. Pertemuan ini bukan yang terakhir, nanti entah kapan Insyaallah kembali bertemu lagi,” ujarnya. (put/fun) Editor : Jawanto Arifin