Rodiah yang juga baru lulus SMA tersbut kabur dari rumah sejak Kamis (11/6). Hingga saat ini dia masih belum ditemukan. Kabarnya, Rodiah kabur karena menolak perjodohan tersebut.
Senin (22/6) kemarin, Jawa Pos Radar Bromo sempat mewawancarai Muhammad Arif, 32, salah satu kerabat Rodiah. Arif tidak lain adalah Pakde dari Rodiah. Arif menuturkan, kaburnya keponakannya tersebut disebabkan oleh perjodohan pernikahan yang dilakukan pihak keluarga Rodiah.
“Empat hari sebelum pernikahan, atau Minggu (7/6) lalu, Rodiah hendak di jodohkan oleh orang tuanya. Perjodohan itu dilanjut dengan pernikahan meski baru siri (tidak tercatat negara, Red). Hanya saja anaknya (Rodiah, Red) tidak mau. Mungkin gara-gara itu dia kabur dan hingga saat ini masih belum pulang atau ditemukan,” ujarnya.
Rodiah terakhir terlihat Kamis (11/6) sore. Saat itu ada tetangganya yang melihat dia berjalan di timur rumahnya, tepatnya di dalam kebun pohon sengon, menuju arah timur.
“Salah satu tetangga yang terakhir melihat sore itu. Setelah itu Rodiah sudah tidak pulang kembali,” ujarnya.
Rodiah, kata Arif, adalah remaja yang baru pulang dari salah satu pondok yang berada di Bondowoso. Arif menuturkan, setelah pulang dari pondok dan sudah lulus sekolah, keseharian Rodiah hanya membantu ibunya yang tidak lain adalah kakak sepupu darinya.
“Rodiah tidak pernah keluar rumah, bahkan sangat jarang keluar dari desa. Kesehariannya hanya membantu ibunya seperti memasak,” ujarnya.
Beberapa upaya telah di lakukan oleh keluarga. Salah satunya, disebutkan Arif, adalah melapor kepada pihak berwajib. Termasuk mendatangi kiyai dan orang pintar, serta menghubungi keluarga jauh yang ada diluar kota.
Arif menamhkan, memang sudah ada beberapa orang yang di luar kota telah menghubunginya nomor ponselnya. Bahkan dia juga membuat pamflet dan mengumumkan pemberitahuan di media sosial yang dibuat oleh keluarganya.
“Beberapa upaya sudah kami lakukan, bahkan sudah ada yang menghubungi. Namun hasilnya nihil, sebab saat dipastikan, tenyata bukan Rodiah,” ujarnya.
Arif berharap kepada masyarakat, apabila melihat Rodiah atau merasa bertemu, bisa langsung diberitahukan kepada pihak keluarga. Supaya Rodiah bisa cepat ditemukan.
“Kepada Rodiah, kami sangat berharap segera pulang. Apabila karena perjodohan itu diberatkan maka cepatlah pulang. Sebab perjodohan tersebut, oleh pihak keluarga sudah di batalkan,” ujarnya.
Disisi lain Kapolsek Paiton AKP Noer Choiri membenarkan kejadian tersebut. Kapolsek mengatakan, keluarga dari Rodiah telah melaporkan kejadian terbut pada Minggu (21/6) lalu. Pihaknya juga sudah melakukan beberapa upaya pencarian
“Kami sudah melapor ke Polres Probolinggo untuk menyebarkan informasi tersebut. Termasuk sudah kami sebar di media sosial. Pun demikian dengan menghubungi teman-temannya,” beber kapolsek.
Bahkan polisi sudah beberapa kali menghubungi nomor Rodiah. Akan tetapi, nomor ponsel Rodiah sudah tidak aktif. “Sejauh ini pencarian akan terus dilakukan,” ujarnya. (mg1/fun) Editor : Jawanto Arifin