Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Memilih Sahabat Dunia-Akhirat

Muhammad Fahmi • Jumat, 5 Juni 2020 | 15:16 WIB
Photo
Photo
Manusia sebagai makhluk sosial, tentu tidak bisa lepas dari orang lain. Tidak bisa hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan orang lain. Hanya saja, dalam berinteraksi harus bisa memilih dengan siapa kita akan berteman atau bersahabat. Apakah hanya sahabat di dunia saja? Atau teman sampai ketika kita sudah di akhirat  nanti?

Allah SWT berfirman dalam QS Az-Zhurkhuf ayat 67 yang artinya : “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”  

Sayyid Qutb dalam tafsir Fi Zhilalil Qur’an menjelaskan, permusuhan itu tumbuh dari kasih sayang mereka. Mereka itu sebelumnya di kehidupan dunia bersatu padu dalam kejahatan, dan sebagian dari mereka mendorong ke arah kesesatan kepada sebagian lainnya.

Maka, pada hari ini mereka saling mengecam. Sebagian dari mereka menimpakan tanggung jawab kesesatan dan akibat dari kejahatan kepada sebagian yang lain. Dan pada hari ini, sementara sebelumnya mereka adalah teman-teman yang saling memanggil dengan kasih sayang.

Kecuali, orang-orang yang bertakwa. Pada mereka itu, kasih sayang di antara mereka masih tetap ada. Karena pertemuan mereka adalah petunjuk, saling menasihati kepada kebaikan, dan balasan yang mereka terima adalah keselamatan.

Jadi, di dunia mereka saling menyokong antara satu dengan yang lainnya. Tapi, bukan dalam hal kebaikan. Tapi, dalam kejelekan dan kesesatan. Mereka mengira, pertemanan itu akan langgeng sampai akhirat nanti. Ternyata, mereka akan saling menyalahkan ketika diminta oleh Allah SWT mempertanggungjawabkan apa yang mereka lakukan.

Hal ini dipertegas oleh Imam At-Thabari dalam tafsirnya. Bahwa, “Orang-orang yang saling bersahabat di atas maksiat kepada Allah di dunia, di hari kiamat akan saling bermusuhan satu sama lain dan saling berlepas diri, kecuali mereka yang saling bersahabat di atas takwa kepada Allah.”

Karena itu, kita harus memilih dengan siapa yang bersahabat. Harus jelas latar belakangnya. Motivasinya apa? Apakah mengajak kepada kebaikan atau kesesatan. Karena, seorang sahabat akan sangat berpengaruh dalam kehidupan kita.

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari & HR Muslim)

Karena itu, dalam berteman jangan hanya pertimbangan kepentingan dunia. Tapi juga untuk akhirat. Berteman karena Allah SWT. Bukan karena kepentingan sesaat. Misalnya, berteman karena kekayaan, bisnis, kecantikan, suku, dan lainnya. Tapi pilihlah sahabat karena bisa menjaga dari kesesatan dan selalu mengajak kepada jalan Allah SWT.

Imam Syafi'i berkata, "Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat dia, jangan pernah engkau melepaskannya. Karena mencari teman baik itu susah, tapi melepaskannya sangat mudah."

Inilah persahabatan sejati. Persahabatan karena Allah SWT. Persabahatan yang akan berlangsung sampai akhirat. Alangkah bahagia nanti, ketika sahabat kita bisa memberi syafaat di akhirat.

"Jika penghuni surga telah masuk ke dalam surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu waktu di dunia, maka mereka pun bertanya kepada Allah, "Ya Rabb, kami tidak melihat sahabat-sahabat kami. Sewaktu di dunia kami selalu bersama; kami salat bersama mereka, kami puasa bersama mereka dan kami berjuang bersama mereka. Dan Allah pun berfirman, "Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun sekecil zarrah." (HR Ibnu Mubarak dalam Kitab Az-Zuhd).

Mari kita kembali mengevaluasi diri, dengan siapa kita bersahabat. Siapa kiranya di antara sahabat kita yang akan mencari dan mengajak kita bersama-sama ke surga? Jika kita telah menemukannya, jabatlah terus persahabatan itu. Insya Allah akan meneruskannya hingga menuju surga-Nya. Wallahu A’lam. (*)
  Editor : Muhammad Fahmi
#mantan wali kota probolinggo hm buchori #kajian jumat #hm buchori