Kegiatan rutin tiap kali usai Idul Fitri tersebut digelar sekitar pukul 09.00. Kegiatan dipusatkan di depan kompleks perkantoran Bupati Probolinggo, Kecamatan Kraksaan. Tujuannya, untuk menguatkan tali silaturahmi di antara aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, halal bihalal digelar bersamaan dengan apel. Para ASN rela meski saat itu terik matahari cukup terasa. Mereka berkumpul dengan dipisahkan jarak satu meter di antara masing-masing.
“Tentunya sebagai manusia biasa, banyak salah dan khilaf, baik itu dalam berkomunikasi, berkoordinasi, dan berinteraksi. Oleh karena itu, atas nama pribadi dan pemerintah daerah mohon maaf lahir dan batin,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono.
Halal bihalal tahun ini, menurut Sekda, berbeda karena harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan guna melawan Covid-19. Alhasil, pihaknya menerapkan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan Pemerintah Pusat.
“Kami tidak saling bersalam-salaman seperti biasanya. Tidak ada kontak dan tidak saling berinteraksi dengan menerapkan physical distancing. Setelah itu, langsung cuci tangan supaya aman dari virus korona,” jelasnya.
Soeparwiyono menambahkan, mulai Juni 2020 Pemerintah Pusat akan menerapkan kebijakan new normal dengan beberapa fase. Oleh sebab itu, pemerintah daerah akan menyusun standar operasional prosedur (SOP).
“Tetapi, tidak melupakan protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun dan hand sanitizer. Pastikan tangan betul-betul bersih. Para ASN juga wajib memberikan sosialisasi kepada anggota keluarga dan juga di lingkungan tempat tinggalnya,” tandasnya. (sid/fun) Editor : Jawanto Arifin