Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat dr Anang Budy Yoelijanto mengatakan, satu orang tambahan pasien positif Covid-19 itu berjenis kelamin laki-laki berusia 16 tahun. Ia berasal dari Desa Sentul, Kecamatan Gading.
"Alhamdulillah, kondisinya saat ini sehat wal afiat dan sudah dimasukkan ke ruang isolasi di rumah pengawasan Kabupaten Probolinggo," kata Anang.
Pasien ke- 23 itu merupakan seorang santri yang baru datang dari Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro, Magetan. Menurut Anang, Setelah masuk ke rumah pengawasan, pihaknya langsung melakukan penanganan yang standar.
Saat ini, yang bersangkutan beristirahat dan tidak boleh kontak dengan orang lain serta disehatkan. "Nanti kalau sudah waktunya evaluasi, akan kami lakukan evaluasi. Yaitu setelah isolasi dua minggu kedepan, " jelasnya.
Anang menambahkan, klaster Temboro, Magetan tidak ada sangkut pautnya dengan positif sebelumnya. Yang jelas yang bersangkutan berasal dari hasil karantina yang ada di tingkat desa.
"Ini tidak ada rangkaian dari pasien sebelumnya. Tetapi, ini merupakan hasil check point dan karantina di desa," ungkapnya.
Kontak erat dari pasien ke-23 ini sudah pihaknya pegang semua. Mudah-mudahan, lanjutnya, tidak ada penyebaran di tempat lain. Sejauh ini disebutkan Anang, tracking dan kontak erat sudah dilakukan. Karena sebenarnya sudah lama kasusnya ini. Yang jelas mereka membawa virus dari Magetan.
"Saat dilakukan karantina di tempat karantina, remaja ini reaktif rapid test. Setelah reaktif rapid test langsung kami masukkan isolasi mandiri, dan kami swab. Dan hari ini hasil swabnya positif," terangnya. (sid/mie) Editor : Muhammad Fahmi