Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pasar Hewan di Maron Ditutup, Pedagang Malah Berjualan di Ruas Jalan, Alasannya Karena Perut

Jawanto Arifin • Minggu, 3 Mei 2020 | 16:00 WIB
Photo
Photo
MARON, Radar Bromo - Seluruh pasar hewan di Kabupaten Probolinggo ditutup, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Usai ditutup, banyak pedagang hewan yang kebingungan untuk menjual hewan ternaknya. Seperti yang terjadi Maron.

Kendati pasar hewan telah ditutup, kegiatan jual-beli tetap dilaksanakan oleh pedagang dengan memanfaatkan ruas jalan sisi timur pasar hewan. Sebab, pintu masuk menuju pasar sudah ditutup dan dipasangi peringatan. Hewan yang diperdagangkan pun mayoritas adalah domba dan kambing.

Photo
Photo
NGOTOT: Para pedagang ngotot berjualan karena tuntutan perut. (Foto: Achmad Arianto Jawa Pos Radar Bromo)

Beberapa pedagang pun seakan sudah terbiasa dengan keadaan ini. Salah satunya adalah Hadi, pedagang dari Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan. Saat ditemui, dia membawa beberapa kambing miliknya untuk dijual kepada pedagang.

“Saya tetap melakukan jual-beli kambing karena merupakan pekerajaan saya. Jika tidak berjualan, nanti keluarga di rumah mau makan apa,” ujarnya saat ditemui Sabtu (2/5).

Menurutnya, pasca ditutupnya pasar hewan beberapa pekan lalu, memang pedagang sempat tidak melakukan jual-beli. Kondisi seperti ini kemudian membuat bingung pedagang, sehingga dengan terpaksa kembali melakukan jual-beli hewan di ruas jalan sisi sebelah timur pasar hewan.

“Tiga minggu lalu situasi tidak seramai ini. Mungkin karena sudah kehabisan uang, maka pasar kembali ramai,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Muhamad Toha, pedagang asal Lumajang yang turut melakukan jual-beli kambing di pasar hewan Maron. Hal ini dilakukannya dengan dalih agar asap dapur tetap mengepul.

“Memang ada imbauan untuk sementara tidak berdagang untuk mengantisipasi penyebaran virus. Namun, jika tidak berdagang kambing, otomatis tidak ada pemasukan. Tentu kami tambah bingung, terpaksa saya lakukan,” tandasnya.

Toha juga menuturkan, setiap berdagang di pasar Maron, dirinya tetap membekali diri dengan masker. Itu, sebagai upaya memutus penyebaran virus. Pasar hewan yang dilaksanakan setiap hari Sabtu ini pun tidak begitu ramai pembeli. Sehingga, harga kambing yang diperjualbelikan mengalami penurunan harga.

“Berdagang di tengah pandemi memang berisiko tinggi. Untuk kebutuhan perut, lebih baik berdagang dengan cara yang halal. Daripada mencuri,” jelasnya.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi menyayangkan bahwa penutupan pasar yang telah dibuat, dilanggar oleh pedagang. Pihaknya pun akan melakukan evaluasi dan menyusun langkah yang akan dilakukan agar aturan dapat ditaati.

“Keadaan ini mohon sama-sama dimaklumi dan aturan ditaati, aturan yang telah dibuat untuk kebaikan bersama. Tentu kami imbau pada pedagang agar tidak melakukan aktivitas perdagangan sampai dengan kondisi normal kembali,” ujarnya dengan singkat. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin
#pasar tetap buka #pasar hewan ditutup #pasar hewan kabupaten probolinggo