Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Proyek 2,5 Juta Masker di Kab Pasuruan, UMKM Tak Terima Uang Muka

Jawanto Arifin • Sabtu, 2 Mei 2020 | 14:30 WIB
Photo
Photo
BANGIL, Radar Bromo - Pengadaan 2,5 juta masker di Kabupaten Pasuruan tidak hanya menimbulkan isu miring pada anggota DPRD setempat. Pengadaan masker itu, diprediksi tidak selesai tepat waktu.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan menyampaikan hal itu saat sidak ke sejumlah pelaku UMKM yang dilibatkan dalam pembuatan masker. Sidak dilakukan di UMKM yang ada di Bangil dan Gempol. Tujuannya, untuk mengetahui sejauh mana percepatan dalam pembuatan masker.

Dion -sapaan Sudiono Fauzan- mengatakan, ada beberapa hal yang ingin diketahui dalam pengadaan masker itu. Selain proses produksinya, juga percepatan dalam pembuatannya. "Kami ingin tahu, sejauh mana proyek masker itu diselesaikan," sampainya.

Selain itu, ia juga ingin mengetahui dampak ekonomi pembuatan masker itu kepada masyarakat. Karena konsep awal pembuatan masker itu, untuk mendorong gairah produksi UMKM di Kabupaten Pasuruan.

"Dampak Covid-19 ini sangat luar biasa memukul ekonomi di segala sektor. Termasuk UMKM. Kami ingin tahu, bagaimana dampak pengadaan masker ini kepada UMKM," imbuhnya.

Dalam sidak itu, Dion menilai, produksi 2,5 juta masker itu akan sulit diselesaikan dalam sebulan. Salah satunya dipengaruhi kesulitan UMKM untuk mendapatkan bahan baku. Apalagi, mereka harus menggunakan modal sendiri untuk memproduksi.

"Artinya, tidak ada uang muka yang diberikan Pemkab. Bahan bakunya pun sulit. Ini yang menjadi kendala. Makanya, kami minta ke dinas terkait agar ada percepatan pembagian masker ke masyarakat, meski pengadaannya belum rampung sepenuhnya," imbuhnya.

Meski demikian, menurutnya, pengadaan masker ini memberi angin segar kepada UMKM. Karena mereka bisa bekerja di tengah lesunya usaha. "Jadi, semuanya melibatkan UMKM. Baik dari jahitnya hingga sablonnya," ulasnya.

Ketua Himpunan Asosiasi Kabupaten Pasuruan Ridwan mengungkapkan, produksi masker memang membutuhkan waktu panjang. Ia dan asosiasi yang lain dijatah 45 hari untuk menyelesaikan setidaknya 1 juta masker.

"Memang agak berat. Tapi, kami upayakan untuk percepatan," ujarnya yang menyebut seminggu bisa menghasilkan 100 ribu masker bersama dengan para UMKM di bawah HIAS (Himpunan Asosiasi).

Ia menegaskan, kalau pembuatan masker itu dilakukan oleh UMKM. Bukan hanya konfeksi, tetapi ada bidang-bidang lain.

"Kami bersyukur bisa mendapat support pembuatan masker di tengah lesunya pesanan konfeksi imbas pandemi," aku dia. (one/hn) Editor : Jawanto Arifin
#masker corona #virus corona pasuruan #dprd kabupaten pasuruan #proyek masker #pemkab pasuruan #pengadaan masker #covid 19 pasuruan