Ironisnya, dia tewas ketika hendak buang hajat di saluran irigasi. Saat jazadnya tergeletak, warga sempat tak berani mendekati jasadnya lantaran waspada akan pandemi virus korona. Hingga kemudian warga menghubungi petugas kepolisian.
Syaiful Ma'arif diketahui berasal dari Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Warga menemukan Syaiful tak bernyawa sekitar pukul 12.30.
Saat kali pertama ditemukan, jasadnya dalam keadaan jongkok. Bagian kepalanya tersandar bongkahan beton diantara tepi saluran irigasi. Sejak ditemukan, tak seorang pun warga mengenali Syaiful lantaran memang bukan warga setempat.
Namun, beberapa warga mengaku sering melihat Syaiful berada di sekitar lokasi tersebut. "Menurut warga, korban sering duduk di bangunan pos kamling areal pemakaman dekat lokasi kejadian," terang Kanitreskrim Polsek Grati Aiptu Slamet Budiono.
Bahkan sebelum kejadian, ada juga warga yang melihat Syaiful berada di pos kamling itu. Ketika ditanya warga, Syaiful juga mengaku berasal dari Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Keberadaannya di pos kamling itu, hanya untuk berteduh.
Tidak lama kemudian korban mengendarai motornya ke arah timur dan berhenti di pinggir saluran irigasi. Lokasinya sekitar 100 meter dari pos kamling. Lalu ada warga yang memelihara bebek, melihat korban tak mengenakan celana di dalam saluran irigasi dan tak bergerak.
Pihak kepolisian kemudian mendatangi lokasi kejadian. Disusul kemudian oleh petugas medis yang memastikan korban telah tak bernyawa. Jasad Syaiful lantas dievakuasi.
"Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban sering menderita batuk dan sejak 2014 tidak pernah pulang ke rumah Bugul Kidul," ujar Slamet. (tom/fun) Editor : Fandi Armanto