Tukang becak tersebut diketahui bernama Ardimo, 62. Dari kartu tanda penduduk (KTP) yang dibawanya, Ardimo tercatat tinggal di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo.
Belum diketahui saat itu Ardimo tengah membawa penumpang siapa. Hanya saja penumpangnya hanya ada satu. Hal itu terekam dari CCTV di salah satu rumah warga setempat. Dalam rekaman tersebut, becak yang dikemudikan Ardimo tiba-tiba oleng. Bersamaan dengan itu, Ardimo sebagai pengayuh, terjatuh dari becaknya.
Kontan saja penumpang yang dibawanya, sempat terkejut meski sang penumpang juga sempat terjatuh. Saat itu Ardimo sempat terlihat seperti kesakitan memegang dada. Sang penumpang hanya bisa mendekat, namun tak berani menyentuh. Apalagi jika bukan karena kondisi pandemi Covid-19.
Selanjutnya, pemilik CCTV yakni Agus, 58, ikut mendatangi lokasi yang tak jauh dari depan rumahnya. Kebetulan saat itu, Agus di dalam rumah bersama keluarga dan saudara.
"Kebetulan saat itu kami sekeluarga di rumah. Beruntung di rumah kami tersedia alat pelindung diri (APD). Salah satu dari kerabat kami di sini orang medis," kata lelaki yang menjadi inisiator Kampung Bunga di Pucangan tersebut. Agus juga lalu menghubungi pihak puskesmas.
Selain Agus, ada pula Nasikhudin. Nama terakhir yang disebut adalah tim medis TNI AL, yang juga warga setempat. Dialah yang mengecek kondisi korban. Tak lama kemudian pihak puskesmas datang. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui ternyata korban sudah tak bernyawa. Korban akhirnya dievakuasi bersama untuk dibawa ke ruang pemulasaran RSUD dr R Soedarsono.
Kasus ini juga sudah ditindaklanjuti kepolisian. (ube/fun) Editor : Fandi Armanto